Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Dialog, Bukan Konfrontasi: Diplomasi Humanis ala Soedjatmoko

Soedjatmoko (1922-1997), intelektual humanis dan diplomat Indonesia, dikenal atas pemikirannya tentang pembangunan manusia, nasionalisme adaptif, dan budaya politik yang relevan untuk mengatasi tantangan Indonesia kontemporer. Ia menekankan prioritas pengembangan sumber daya manusia di atas…

Soedjatmoko (1922-1997), intelektual humanis dan diplomat Indonesia, dikenal atas pemikirannya tentang pembangunan manusia, nasionalisme adaptif, dan budaya politik yang relevan untuk mengatasi tantangan Indonesia kontemporer. Ia menekankan prioritas pengembangan sumber daya manusia di atas infrastruktur semata, memengaruhi diskursus pembangunan berkelanjutan saat ini.​

Soedjatmoko memandang pembangunan sebagai “societal growth” yang menempatkan anak dan generasi muda sebagai investasi utama, bukan hanya kekayaan alam. Pemikiran ini relevan bagi Indonesia 2026 yang menghadapi bonus demografi, di mana penguatan pendidikan dan solidaritas sosial bisa cegah konflik akibat ketimpangan.​

Ia mengkritik nasionalisme imperialis dan feodalisme Jawa, menganjurkan adaptasi kreatif modernitas tanpa kehilangan identitas lokal. Saat ini, gagasan ini berguna untuk reformasi politik yang inklusif, melawan oligarki dan korupsi melalui peran cendekiawan dalam mengubah persepsi publik.​

Pemikirannya tentang diplomasi global dan kebebasan manusia mendukung posisi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik seperti peringatan SBY soal Perang Dunia III. Soedjatmoko mengajak elit politik merangkul lawan melalui dialog, bukan konfrontasi, untuk pembangunan yang humanis.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.