
Di balik senyum besar kostum Doraemon yang kerap menghibur anak-anak, tersimpan kisah perjuangan Ninik Istyawati (30). Perempuan asal daerah ini memilih menjadi badut demi menghidupi tiga buah hatinya, dengan cara yang jauh dari sekadar mengamen di jalanan. Ia menawarkan jasa foto bersama anak-anak, baik di rumah, tempat wisata, hingga acara ulang tahun dan berbagai kegiatan keluarga.
Ninik tidak menetapkan tarif khusus untuk sesi foto lepas. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada keikhlasan pelanggan. “Kalau foto dengan anak-anak, seikhlasnya saja. Untuk acara atau event, saya pasang tarif Rp100 ribu untuk tiga jam. Mulai Januari nanti naik jadi Rp150 ribu untuk empat jam,” tuturnya.
Bungsu dari dua bersaudara ini memulai profesi tersebut dengan modal yang sangat terbatas. Ia meminjam uang sebesar Rp500 ribu dari sahabat dekatnya untuk membeli kostum badut Doraemon yang kini menjadi sumber penghasilannya. Hingga saat ini, pinjaman itu belum sepenuhnya terlunasi.
Meski demikian, Ninik tetap bertahan. Panas, lelah, dan rasa malu kerap ia kesampingkan demi memastikan dapur tetap mengepul dan masa depan anak-anaknya terjaga. Kisah Ninik menjadi potret nyata perjuangan seorang ibu yang memilih bertahan di tengah keterbatasan, mengais rezeki dengan cara yang jujur dan penuh martabat.
Video: detik.com