Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Deretan orang yang tak sadar rutin menyumbang pajak ke negara lewat kebutuhan sehari-hari

Belanja kebutuhan sehari-hari ikut menjadi sumber penerimaan pajak melalui PPN yang melekat pada sejumlah barang. Pembalut, popok bayi sekali pakai, sabun mandi, pasta gigi, dan air minum kemasan tercantum dengan tarif nominal 12 persen serta beban efektif 11 persen. Buku yang tidak memperoleh fasilitas pembebasan PPN juga masuk dalam daftar. Karena dibayar berulang, satu keluarga dapat menyumbang pajak dari beberapa kebutuhan sekaligus.

Belanja kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu cara masyarakat ikut menyumbang penerimaan pajak negara. Pengeluaran untuk pembalut, popok bayi sekali pakai, sabun mandi, pasta gigi, dan air minum kemasan disebut memiliki beban PPN efektif sebesar 11 persen dari harga sebelum pajak.

Perempuan yang membaca buku
PPN pembalut 11 persen dan PPN buku 12 persen, selain buku pendidikan dan kitab suci.
Perempuan membaca buku dan memiliki bayi
PPN pembalut 11 persen, PPN buku 12 persen, dan PPN popok bayi 11 persen.

Pajak tersebut hadir dalam transaksi rutin yang dilakukan rumah tangga, termasuk kebutuhan untuk menjaga kebersihan, merawat bayi, membaca, dan memenuhi kebutuhan minum. Karena melekat pada harga barang, kontribusinya kerap tidak dirasakan secara langsung oleh konsumen.

Perempuan membaca buku, memiliki bayi, dan mandi setiap hari
Kamu akan membayar 4 pajak sekaligus, PPN pembalut 11%, PPN buku 12%, PPN popok bayi 11% dan PPN sabun 11%

Rincian yang ditampilkan membedakan tarif nominal dan tarif efektif. Pembalut, popok bayi sekali pakai, sabun mandi, pasta gigi, serta air minum kemasan tercantum dengan tarif nominal 12 persen dan PPN efektif 11 persen. Buku yang tidak mendapat fasilitas pembebasan PPN juga dicantumkan dalam kelompok dengan tarif yang sama.

Perempuan membaca buku, memiliki bayi, mandi, dan minum air galon kemasan
Selamat, kamu jadi penyumbang 5 pajak PPN sekaligus, 11% pembalut, 12% buku, 11% popok bayi, 11% sabun, & 11% air

Gambaran itu menunjukkan bahwa satu keluarga dapat membayar PPN dari beberapa kebutuhan sekaligus. Seseorang yang membeli pembalut dan buku, misalnya, termasuk dalam ilustrasi pembayaran dua jenis PPN. Jika ditambah penggunaan popok bayi, sabun, serta air minum kemasan, jumlah jenis barang yang dikenai PPN dalam pengeluaran keluarga menjadi lebih banyak.

Dengan begitu, penerimaan pajak tidak hanya berasal dari transaksi besar, tetapi juga terkumpul dari pembelian berulang yang dilakukan masyarakat setiap hari. Besarnya kontribusi tiap orang bergantung pada barang yang dibeli dan nilai transaksi, sementara kebutuhan rutin rumah tangga menjadi bagian dari arus penerimaan tersebut.

Sumber: @clevault.id
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.