Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Demo Mahasiswa Serbia Berlangsung Hampir 2 Tahun, Tekanan Politik Berujung Perubahan Besar

Gerakan mahasiswa Serbia memenangkan pemilu parlemen pada 25 Oktober 2026 setelah hampir dua tahun menggelar protes antikorupsi. Kemenangan itu mengakhiri dominasi politik kubu Aleksandar Vučić, yang mengakui kekalahan. Namun, pembentukan pemerintahan baru masih harus melalui proses politik dan konstitusional.

Gerakan mahasiswa di Serbia mencatat kemenangan besar setelah hampir dua tahun menggelar aksi protes yang menuntut transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah. Kemenangan dalam pemilihan parlemen pada Minggu (25/10/2026) menjadi titik balik politik yang mengguncang dominasi kubu Aleksandar Vučić setelah bertahun-tahun berkuasa.

Berdasarkan laporan Reuters dan Associated Press, gerakan politik yang didukung mahasiswa berhasil mengalahkan koalisi Partai Progresif Serbia (SNS) yang selama ini menjadi kekuatan utama pemerintahan. Vučić pun mengakui kekalahan kubunya setelah hasil awal pemilu menunjukkan keunggulan signifikan bagi gerakan mahasiswa.

Perjalanan gerakan tersebut bermula pada November 2024, ketika atap kanopi stasiun kereta api di Novi Sad runtuh dan menewaskan 16 orang. Tragedi itu memicu kemarahan publik dan tuntutan agar penyelidikan dilakukan secara transparan serta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum.

Mahasiswa kemudian menjadi penggerak utama demonstrasi yang meluas ke berbagai wilayah Serbia. Aksi yang awalnya berfokus pada keadilan bagi para korban berkembang menjadi gerakan yang menyoroti dugaan korupsi, lemahnya akuntabilitas pemerintah, serta kekhawatiran terhadap pemusatan kekuasaan politik.

Selama hampir dua tahun, demonstrasi tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Para peserta menuntut keterbukaan dokumen terkait proyek renovasi stasiun, penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta perubahan politik melalui pemilihan umum lebih awal.

Tekanan publik akhirnya berlanjut ke arena politik. Gerakan mahasiswa membentuk daftar kandidat yang dikenal sebagai Student List untuk mengikuti pemilu parlemen. Berdasarkan penghitungan awal yang dilaporkan Reuters pada 26 Oktober 2026, kelompok tersebut memperoleh sekitar 52,7 persen suara dan 139 dari 250 kursi parlemen, sedangkan koalisi yang dipimpin SNS meraih sekitar 39,2 persen suara dan 97 kursi.

Meski demikian, kemenangan tersebut tidak berarti Vučić telah langsung kehilangan seluruh jabatan atau bahwa pemerintahan baru sudah resmi terbentuk. Hasil pemilu masih mengikuti proses penetapan, sementara pembentukan pemerintahan baru membutuhkan tahapan politik dan konstitusional berikutnya.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam politik Serbia karena menunjukkan bagaimana gerakan mahasiswa yang tumbuh dari tuntutan keadilan dapat berkembang menjadi kekuatan elektoral. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan tuntutan antikorupsi dan reformasi institusi menjadi kebijakan nyata setelah memperoleh dukungan pemilih.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.