
China telah membangun pulau-pulau buatan di Laut China Selatan selama lebih dari satu dekade dengan menimbun pasir dan material dari dasar laut, terutama di Kepulauan Spratly sejak sekitar 2013.
Proses Pembangunan
Proses reklamasi lahan ini melibatkan kapal keruk yang menyedot pasir selama bertahun-tahun, mengubah terumbu karang menjadi daratan seluas lebih dari 1.200 hektar, setara ribuan lapangan sepak bola. Di Mischief Reef, misalnya, lahan dibangun dengan landasan pacu hingga 3 km, hanggar pesawat, dan fasilitas radar dalam waktu singkat.
Tujuan dan Dampak
Secara resmi disebut untuk fasilitas sipil seperti penyelamatan dan navigasi, tapi dilengkapi instalasi militer seperti baterai anti-pesawat dan platform rudal, memicu ketegangan dengan negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam.