Di Pirangi do Norte, Brasil, terdapat satu pohon jambu mete yang dari udara tampak seperti kawasan hutan. Pohon bernama Cajueiro de Pirangi itu memiliki kanopi yang menyebar sangat luas dan menutupi area sekitar 8.500 meter persegi.


Bentuk tersebut bukan berasal dari kumpulan pohon yang tumbuh berdekatan. Seluruh kanopi utamanya berasal dari satu pohon jambu mete. Cabang-cabangnya berkembang ke arah samping, membentuk jaringan yang luas di atas kawasan tersebut.


Keunikan Cajueiro de Pirangi terletak pada kemampuan sebagian cabangnya untuk terus tumbuh hingga menyentuh permukaan tanah. Setelah mencapai tanah, cabang itu dapat menumbuhkan akar baru yang kemudian berkembang menjadi batang sekunder.

Batang-batang sekunder tersebut membuat satu pohon memiliki banyak titik pertumbuhan. Dari bagian dalam, susunan cabang dan batangnya tampak seperti kumpulan pepohonan, sedangkan dari kejauhan kanopinya menyerupai hutan kecil.


Guinness World Records mencatat Cajueiro de Pirangi sebagai pohon jambu mete terbesar di dunia. Pemerintah Parnamirim menyebut ukurannya setara dengan sekitar 70 pohon jambu mete.

Pohon ini diyakini ditanam pada 1888 oleh seorang nelayan bernama Luiz Inácio de Oliveira. Cajueiro de Pirangi masih terus tumbuh dan memperluas area kanopinya, sehingga pengelola perlu mengendalikan pertumbuhannya.
