
Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan berhasil merakit iPhone 14 Pro Max yang berfungsi dari ponsel sumbangan yang rusak, menggunakan suku cadang bekas yang dikumpulkan selama enam bulan, seperti yang dibagikan oleh kakak laki-lakinya dalam unggahan media sosial yang viral.
Anak itu menerima iPhone rusak sebagai hadiah, membongkarnya untuk mengambil komponen inti seperti motherboard, dan mencari komponen tambahan (layar, baterai, kamera) melalui perbaikan dan percobaan. Dia melakukan semua pembongkaran, penyolderan, dan perakitan kembali sendiri di meja kerja sederhana, menghasilkan perangkat yang berfungsi setelah melalui proses coba-coba yang gigih.
Ini tampaknya merupakan anekdot yang mengharukan dari Instagram Reels Indonesia (misalnya, akun yang membagikan rekaman perbaikan), yang menyoroti keterampilan otodidak anak laki-laki tersebut daripada produksi tingkat pabrik. Tidak ada konfirmasi independen; perakitan iPhone membutuhkan alat dan chip khusus yang tidak mudah ditiru di rumah, menunjukkan bahwa itu adalah proyek perbaikan, bukan pembuatan dari awal.