Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Bikin Keluarga Panik, Kakek 70 Tahun Ini Dikira Hilang, Ternyata Asyik Mendaki Gunung!

Seorang pria berusia 70 tahun menjadi sorotan setelah aktivitas mendakinya membuat keluarga khawatir. Menurut unggahan Ahnnotify, anak-anaknya bahkan nyaris melapor kepada petugas pemadam kebakaran sebelum mengetahui bahwa sang bapak sedang mendaki gunung. Lokasi dan kronologi lengkap kejadian belum terkonfirmasi secara independen.

Seorang pria berusia 70 tahun menjadi perhatian warganet setelah kisahnya mendaki gunung membuat keluarganya khawatir. Di saat anak-anaknya mengira terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pria lanjut usia tersebut ternyata sedang menikmati aktivitas pendakian.

Kisah ini dibagikan melalui akun Instagram Ahnnotify. Dalam unggahan tersebut, sang bapak terlihat berada di kawasan pegunungan bersama sejumlah pendaki lainnya. Ia mengenakan pakaian lapangan, topi, serta membawa perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan.

Foto yang beredar juga memperlihatkan pria tersebut memegang selembar kertas di depan papan penanda kawasan gunung. Penampilannya menarik perhatian karena usianya yang telah mencapai 70 tahun, tetapi ia masih terlihat aktif melakukan perjalanan di alam terbuka.

Menurut narasi dalam unggahan, aktivitas sang bapak sempat membuat anak-anaknya panik hingga nyaris melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Namun, kekhawatiran itu ternyata bukan disebabkan oleh kecelakaan atau keadaan darurat, melainkan karena sang bapak sedang asyik mendaki gunung.

Cerita tersebut kemudian mengundang beragam reaksi dari warganet. Banyak yang merasa terhibur dengan kesalahpahaman antara sang bapak dan keluarganya. Di sisi lain, kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa sebagian orang tetap memiliki minat untuk menjalani aktivitas fisik dan petualangan meskipun telah memasuki usia lanjut.

Mendaki gunung memang menjadi aktivitas yang membutuhkan persiapan fisik, perencanaan perjalanan, serta perhatian terhadap kondisi lingkungan. Bagi pendaki berusia lanjut, persiapan tersebut menjadi semakin penting karena kemampuan fisik dan kebutuhan kesehatan setiap orang dapat berbeda.

Usia 70 tahun tidak secara otomatis membuat seseorang tidak dapat melakukan pendakian. Namun, kemampuan untuk mengikuti kegiatan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat kebugaran, pengalaman mendaki, dan tingkat kesulitan jalur yang dipilih.

Pendaki lanjut usia sebaiknya memastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik sebelum memulai perjalanan. Pemeriksaan kesehatan bila diperlukan, pemilihan jalur yang sesuai, membawa obat-obatan pribadi, serta melakukan pendakian bersama orang lain dapat membantu mengurangi risiko selama perjalanan.

Selain itu, kondisi cuaca dan ketersediaan air minum juga perlu diperhatikan. Perubahan suhu, jalur licin, medan terjal, dan kelelahan dapat menjadi tantangan bagi siapa pun yang melakukan pendakian, termasuk mereka yang sudah berpengalaman.

Bagi keluarga, komunikasi juga menjadi hal penting ketika salah satu anggota keluarga melakukan perjalanan ke alam terbuka. Memberikan informasi mengenai tujuan, rute, perkiraan waktu kembali, serta nomor kontak yang dapat dihubungi bisa membantu mengurangi kekhawatiran jika terjadi keterlambatan atau kesulitan menghubungi pendaki.

Meski kisah ini disampaikan dengan nada menghibur, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara rinci nama sang bapak, gunung yang didaki, durasi perjalanan, maupun kondisi fisiknya selama pendakian. Tidak diketahui pula secara pasti bagaimana keluarga mengetahui keberadaan sang bapak setelah merasa khawatir.

Karena itu, cerita mengenai keluarga yang nyaris melapor kepada petugas pemadam kebakaran tersebut masih mengacu pada narasi unggahan media sosial. Detail kejadian belum dapat dipastikan secara independen.

Terlepas dari cerita yang mengundang tawa, pengalaman pria berusia 70 tahun ini menjadi gambaran bahwa kegiatan rekreasi dapat tetap dilakukan pada usia lanjut selama sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Kisah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi antara anggota keluarga dan persiapan yang matang penting dilakukan sebelum beraktivitas di alam terbuka. Dengan begitu, keinginan untuk tetap aktif dapat dijalankan dengan lebih aman tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu bagi keluarga.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.