
Belanja negara Indonesia mencapai Rp 3.527,5 triliun sepanjang 2025 sesuai outlook APBN akhir tahun, dengan realisasi hingga November Rp 2.911,8 triliun yang berkontribusi pada defisit APBN Rp 560,3 triliun atau 2,35% PDB. Angka Desember menutup lonjakan subsidi energi dan kompensasi Rp 345,1 triliun, belanja pegawai Rp 6.508 triliun, serta transfer ke daerah Rp 795,6 triliun sebagai biang kerok utama defisit.
Komponen Belanja
- Subsidi dan Kompensasi: Rp 345,1 T hingga November untuk BBM, LPG, listrik, pupuk—naik signifikan akibat konsumsi tinggi.
- Belanja Pemerintah Pusat: Rp 2.116,2 T, termasuk pegawai dan barang Rp 9,26 T.
- Transfer ke Daerah: Rp 795,6 T, tumbuh 4,04% yoy meski DAK fisik kontraksi.
Dampak Defisit
Defisit terbentuk karena penerimaan negara Rp 2.351,5 T hanya 82,1% outlook, sementara belanja 82,5%, picu utang baru Rp 614,9 T untuk tutup gap fiskal. Kemenkeu optimis pengendalian belanja 2026 perbaiki rasio defisit.