
Banda Neira, pulau utama di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Indonesia, kini menjadi destinasi wisata sejarah dan alam yang tenang meski dulu jadi pusat perebutan rempah pala oleh Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris pada abad 16-17.
Kondisi Saat Ini
Pulau ini tetap indah dengan pantai pasir putih, terumbu karang alami untuk diving/snorkeling kelas dunia, dan fasilitas dasar seperti penginapan sederhana serta restoran seafood segar. Populasi sekitar 7.000 jiwa hidup dari pariwisata, perikanan, dan pertanian pala yang masih dibudidayakan, dengan akses via kapal dari Ambon (8-10 jam).
Situs Bersejarah
Benteng Belgica dan Nassau yang dibangun Belanda masih berdiri kokoh, sementara Rumah Pengasingan Bung Hatta menjadi museum yang mengenang perjuangan kemerdekaan. Gunung Api Banda di dekatnya aktif, menambah daya tarik vulkanik, tapi infrastruktur terbatas tanpa ATM atau listrik 24 jam.