
Arab Saudi tegas menyatakan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah udara atau daratnya untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan langsung kepada Teheran pada 14 Januari 2026 di tengah ancaman AS terkait tindakan keras Iran terhadap protes, dengan Riyadh khawatir perang kawasan pecah.
Latar Konflik
AS peringatkan intervensi militer jika Iran tekan demonstran, sementara Teheran ancam balas pangkalan AS di Timur Tengah; Saudi pimpin negara Teluk seperti Qatar-Oman lobbi Washington batalkan rencana. Keputusan ini sejalan normalisasi hubungan Saudi-Iran via mediasi China 2023.
Implikasi Regional
Kedutaan AS di Riyadh tingkatkan waspada, Selat Hormuz waspadai blokade; langkah Saudi prioritaskan stabilitas ekonomi minyak.