
Putra mahkota terakhir Dinasti Pahlavi kembali muncul ke ruang publik di tengah memanasnya gelombang demonstrasi di Iran. Pada Minggu, 11 Januari 2026, ia menyatakan kesiapan untuk kembali ke Iran dan mengklaim mampu mengambil alih pusat-pusat kota yang kini menjadi titik konsentrasi aksi massa. Pernyataan tersebut muncul saat unjuk rasa di sejumlah wilayah Iran terus meluas dan menunjukkan eskalasi signifikan, menandai babak baru ketegangan politik di negara tersebut.