
Ledakan AI memang menciptakan gelombang miliarder muda dengan cepat, melampaui rekor Mark Zuckerberg yang jadi miliarder di usia 23 tahun. Fenomena ini didorong oleh valuasi startup AI yang melonjak tajam berkat permintaan global akan teknologi seperti pelabelan data, rekrutmen otomatis, dan coding berbasis AI.
Contoh Miliarder Muda
Alexandr Wang (29 tahun) mendirikan Scale AI bernilai US$29 miliar dan direkrut Meta senilai US$14,3 miliar. Brendan Foody, Adarsh Hiremath, serta Surya Midha (semua 22 tahun) membangun Mercor, platform rekrutmen AI valuasi US$10 miliar, pecahkan rekor miliarder termuda.
Alasan Utama
Rata-rata usia pendiri unicorn AI turun jadi 29 tahun pada 2024 dari 40 tahun di 2021, karena akses mudah ke modal ventura dan kebutuhan data untuk model AI besar. Startup seperti AnySphere (coding AI >US$1 miliar) dan Surge AI (Edwin Chen, US$18 miliar) tumbuh pesat tanpa VC besar.
Dampak Lebih Luas
Sembilan dari 13 miliarder mandiri di bawah 30 tahun kaya raya via AI, ciptakan 50 miliarder baru sepanjang 2025. Ini ubah lanskap kekayaan, tapi valuasi masih “di atas kertas” dan didominasi generasi muda seperti era Google dulu.