
Ahok blak-blakan mengungkap alasan mundur dari posisi Komisaris Utama Pertamina pada awal 2024 karena perbedaan pandangan politik dengan Jokowi. Pengakuan ini disampaikan saat bersaksi di sidang kasus tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 27 Januari 2026.
Ahok seharusnya mundur akhir Desember 2023 usai menyusun RKAP 2024 yang berpotensi hemat 46% biaya pengadaan, tapi tertunda karena RUPS Menteri BUMN baru Januari 2024. Ia menegaskan keluarnya murni karena “tak sejalan dengan Jokowi” secara politik, meski meninggalkan catatan reformasi untuk direksi Pertamina.