Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

3.488 Ton Popok Sehari: Bom Waktu Sampah Indonesia

Pengelolaan limbah popok sekali pakai di Indonesia menghadapi tantangan besar karena termasuk sampah residu yang sulit terurai (ratusan tahun) dan menghasilkan 3.488 ton per hari secara nasional. Biaya pengolahan pada skala kecil setara dengan…

Pengelolaan limbah popok sekali pakai di Indonesia menghadapi tantangan besar karena termasuk sampah residu yang sulit terurai (ratusan tahun) dan menghasilkan 3.488 ton per hari secara nasional. Biaya pengolahan pada skala kecil setara dengan harga popok baru (Rp1.600-2.200/kg untuk RDF), sehingga sering kali tidak ekonomis dan bergantung pada pemulung informal.​

​

Tantangan Ekonomi

Pandji Prawisudha dari ITB menyatakan biaya pengelolaan limbah popok setara harga popok baru; jika dibebankan ke produsen via TPJB, harga bisa naik signifikan. Limbah ini terfragmentasi: yang menguntungkan didaur ulang, sisanya ke TPA, tanpa ekosistem terintegrasi untuk pisahkan fiber, plastik, dan organik.

​

Praktik Saat Ini

Popok dibuang ke sampah non-daur ulang setelah sobek samping dan buang kotoran padat ke toilet; hindari flush langsung agar tak sumbat pipa. Di Surabaya dan Aceh Tamiang, kampanye ganti popok kain efektif kurangi timbulan, tapi pengelolaan nasional masih bergantung TPS dan pembakaran lambat.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.