VAR

Insiden pengusiran kontroversial Pierre Kalulu, bek Juventus, dalam laga Derby d'Italia melawan Inter Milan pada 15 Februari 2026, memicu wacana perubahan aturan VAR untuk Piala Dunia 2026. Kalulu mendapat dua kartu kuning berturut-turut (pelanggaran ringan terhadap Bastoni), tapi VAR tidak bisa intervensi karena aturan saat ini membatasi tinjauan hanya pada kartu merah langsung, gol, penalti, atau kesalahan identitas.
Dua pelanggaran Kalulu dinilai seharusnya tidak layak pengusiran, memicu kritik keras dari pelatih Juventus Thiago Motta, Daniele De Rossi (pelatih Roma), dan Ketua Wasit Liga Italia Gianluca Rocchi yang meminta maaf publik. Insiden di Stadion Giuseppe Meazza ini mempercepat diskusi IFAB yang sudah direncanakan sejak Januari 2026.
Tinjauan kartu kuning kedua: VAR bisa merekomendasikan review jika jelas keliru secara faktual, mencegah pengusiran tidak adil seperti kasus Kalulu. Cakupan lebih luas: Termasuk koreksi sepak pojok salah dan kartu kuning kedua berujung merah, dengan uji coba sebelum Piala Dunia Juni-Juli 2026. Proses cepat: Review dibatasi agar tidak memperlambat permainan, fokus pada bukti jelas tanpa subjektivitas berlebih. IFAB akan menguji coba perubahan ini bertahap, dengan potensi penerapan langsung di turnamen besar demi keadilan.
PSSI Siap Melangkah ke Era Baru: Liga 1 Akan Menggunakan Teknologi VAR Mulai Februari Tahun Depan
Pewarta Nusantara - Penerapan VAR di Liga 1 Indonesia telah menjadi pembicaraan hangat selama beberapa tahun terakhir. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah berupaya untuk mengimplementasikannya pada musim ini.
Rencana ini bukan sekadar omong kosong belaka, karena dia telah melakukan persiapan yang matang, mulai dari pengadaan peralatan hingga pelatihan wasit, serta fasilitas pendukung di stadion.
PSSI telah menjanjikan bahwa teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan segera diterapkan di Liga 1 mulai bulan Februari 2024. Saat ini, mereka sedang melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur untuk memastikan segala hal berjalan dengan baik.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa PSSI telah memeriksa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk dipasangi VAR di masa depan. Menurut mereka, GBT telah memenuhi standar yang diperlukan untuk penerapan VAR dalam Liga 1, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIFA.
"Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, bersama-sama dengan walikota dan eksekutif lainnya, telah melakukan pengecekan fasilitas di GBT. Alhamdulillah, semuanya telah selesai dan sesuai dengan standar FIFA. Insya Allah, penggunaan VAR akan dimulai pada bulan Februari, dan fasilitasnya juga sudah dapat dipasang di sini," ungkap Erick Thohir seperti yang dikutip dari Antara.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi juga berusaha untuk mempercepat penggunaan VAR dalam Liga 1 Indonesia. Sudjarno, Direktur Operasional PT LIB, akan memantau dengan cermat persiapan yang dilakukan.
"Kami sangat serius dalam mempersiapkan penggunaan VAR yang disediakan oleh federasi dan LIB. Kami sedang mempercepat persiapannya secara intensif. Semua kesiapan harus berjalan dengan baik, termasuk jaringan yang tidak boleh terputus. Kami benar-benar berkomitmen untuk menyediakan semua yang diperlukan," tutup Sudjarno.
Dengan komitmen dari PSSI dan PT LIB, serta persiapan yang matang dalam hal infrastruktur dan fasilitas, diharapkan penggunaan VAR di Liga 1 akan menjadi kemajuan signifikan dalam meningkatkan kualitas pertandingan sepak bola di Indonesia. (*Ibs)
Baca Selengkapnya