Taiwan

Serangan Bom Asap dan penusukan terjadi di stasiun metro utama Taipei, Taiwan, pada Jumat (19/12/2025), menewaskan 4 orang termasuk pelaku dan melukai beberapa lainnya.
Kronologi Serangan
Pelaku, pria berusia 27 tahun yang dicari karena menghindari wajib militer, melemparkan 5-6 bom asap atau granat di Stasiun MRT Taipei Main dan Zhongshan sekitar pukul 15.40 waktu setempat, lalu melakukan penusukan acak sambil mengenakan masker gas dan rompi antipeluru. Ia melarikan diri tapi melompat dari gedung lantai enam, menyebabkan kematiannya akibat jatuh dan serangan jantung.
Respons Pemerintah
Perdana Menteri Cho Jung-tai menyebut serangan disengaja dengan motif belum jelas, sementara Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengonfirmasi salah satu korban tewas saat heroik menghentikan pelaku. Pihak berwenang tingkatkan keamanan nasional di stasiun, bandara, dan acara liburan Natal-Tahun Baru untuk cegah insiden serupa.
Taiwan dan AS Teken Kesepakatan Perdagangan, China Protes Keras
Pewarta Nusantara, Internasional - Taiwan dan Amerika Serikat telah menandatangani Kesepakatan Perdagangan yang dianggap sebagai kesepakatan paling komprehensif sejak AS beralih mengakui Beijing pada tahun 1979.
Kesepakatan ini diharapkan membantu Taiwan mengatasi isolasi diplomatiknya dari China. Negosiator perdagangan teratas Taiwan, John Deng, menyatakan bahwa perjanjian ini akan membuka jalan bagi kesepakatan perdagangan dengan negara-negara maju lainnya di masa depan.
Namun, China menganggapnya sebagai sinyal yang salah dan menentang kesepakatan tersebut. Pulau Taiwan menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pengakuan internasional karena tekanan dari China dan upaya untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Kesepakatan perdagangan dengan AS diharapkan membantu Taiwan dalam prosesnya untuk bergabung dengan CPTPP.
Namun China bisa menggunakan pengaruh ekonominya untuk menghalangi negara-negara anggota CPTPP untuk mempertimbangkan aplikasi Taiwan.
Situasi ini membuat Taiwan berusaha membuktikan dirinya sebagai mitra perdagangan yang andal, mengikuti aturan internasional, dan menghormati hak kekayaan intelektual. (*Ibs)
Baca Selengkapnya