peluang

Sleman, Yogyakarta — Joko Pitoyo, warga Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah memanfaatkan Biogas dari kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif rumah tangga selama satu dekade terakhir. Inisiatif ini menjadi solusi mandiri untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengolah limbah peternakan.
Gagasan pemanfaatan biogas bermula dari pengalaman adik Joko yang sempat membangun reaktor biogas dengan pendampingan Pertamina, meski penggunaannya tidak berlangsung lama. Terinspirasi dari upaya tersebut, Joko kemudian membangun reaktor biogas secara mandiri berkapasitas tiga meter kubik di belakang rumahnya, dengan dukungan koperasi setempat.
Dalam proses pengolahan, Joko setiap hari mengumpulkan kotoran dari empat ekor sapi miliknya menggunakan gerobak dorong. Kotoran tersebut dicampur air dan dimasukkan ke dalam reaktor untuk difermentasi. Setelah melalui proses selama sekitar satu pekan, gas hasil fermentasi siap digunakan sebagai biogas.
Biogas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan merebus air. Selain itu, biogas juga digunakan sebagai sumber penerangan cadangan saat listrik padam. Pemanfaatan energi ini membantu Joko mengurangi ketergantungan pada LPG serta mengantisipasi fluktuasi harga bahan bakar.
Tak hanya memberikan efisiensi biaya, pengolahan biogas juga menghasilkan residu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kegiatan pertanian dan peternakan di tingkat rumah tangga.
Video: Kumparan