pecariankembali2025

Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Ocean Infinity Kembali Dilibatkan Mulai Akhir 2025
Pemerintah Malaysia mengonfirmasi kelanjutan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang Hilang sejak Maret 2014. Operasi terbaru ini akan melibatkan perusahaan robotika laut Ocean Infinity dan dijadwalkan dimulai pada 30 Desember 2025. Pencarian akan berlangsung selama 55 hari di dasar laut Samudra Hindia bagian selatan dengan skema kerja berbasis no find, no fee.
Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah Malaysia hanya akan membayar jika bangkai pesawat berhasil ditemukan. Nilai kontrak diperkirakan mencapai sekitar Rp1,16 triliun, menandai komitmen lanjutan tanpa menimbulkan risiko finansial besar apabila pencarian kembali tidak membuahkan hasil.
MH370, pesawat Boeing 777 yang melayani rute Kuala Lumpur–Beijing, menghilang dari radar pada 8 Maret 2014. Pesawat itu membawa 227 penumpang dan 12 awak. Sejak saat itu, kasus MH370 menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar dalam sejarah modern.
Upaya pencarian sebelumnya melibatkan kerja sama internasional antara Malaysia, Australia, dan China. Operasi tersebut mencakup area seluas sekitar 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia. Pada 2018, Ocean Infinity juga pernah melakukan pemindaian tambahan di wilayah seluas sekitar 112.000 kilometer persegi, namun tidak menemukan bukti signifikan yang mengarah pada lokasi bangkai pesawat.
Dalam operasi terbaru, Ocean Infinity akan memfokuskan pencarian pada area baru seluas sekitar 15.000 kilometer persegi yang dinilai memiliki potensi tinggi berdasarkan analisis data terkini. Perusahaan ini dikenal menggunakan teknologi kendaraan bawah laut otonom (AUV) untuk memetakan dasar laut pada kedalaman ekstrem. Meski berbasis di Amerika Serikat, Ocean Infinity kerap disebut sebagai perusahaan Inggris dalam sejumlah laporan internasional.
Kelanjutan pencarian ini kembali menyalakan harapan bagi keluarga korban yang telah menunggu kepastian selama lebih dari satu dekade. Selama bertahun-tahun, berbagai teori bermunculan, mulai dari kegagalan teknis hingga dugaan manipulasi kendali pesawat secara sengaja. Sejumlah puing yang diyakini berasal dari MH370 juga pernah ditemukan di pantai Afrika dan pulau-pulau Samudra Hindia.
Laporan resmi pada 2018 menyebutkan bahwa tidak dapat dikesampingkan kemungkinan adanya tindakan disengaja dalam pengendalian pesawat, meski tidak menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab. Dengan dimulainya operasi baru ini, pemerintah Malaysia berharap tabir misteri MH370 dapat terkuak, sekaligus memberikan penutupan dan kejelasan bagi keluarga para korban.