Partai Demokrat

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat berlambang mercy (bintang), menegaskan bahwa hanya ada satu pemimpin utama atau "matahari" di partai tersebut, yaitu putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pernyataan ini disampaikan saat membuka Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta pada 12 Januari 2026.
Konteks Pernyataan
SBY mengambil alih sambutan utama karena AHY sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur, menekankan prinsip "country first, the people first, baru partai". Ia menyebut dirinya hanya sebagai "mentor senior" dan menolak ide "matahari kembar" untuk menjaga hierarki kepemimpinan yang jelas.
Implikasi Politik
Pernyataan ini memperkuat posisi AHY sebagai Ketua Umum periode 2025-2030, sekaligus menunjukkan komitmen Demokrat mendukung pemerintahan Prabowo. SBY juga imbau kader jaga kerukunan demi pengabdian kepada negara.
Pertemuan AHY dan Puan: Politik Rekonsiliasi dan Kedekatan Personal
Pewarta Nusantara, Jakarta Pusat - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akhirnya bertemu dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat.
Setelah pertemuan tersebut, AHY menyampaikan pentingnya politik rekonsiliasi bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa politik rekonsiliasi menjadi hal yang dinantikan dan sangat dibutuhkan.
AHY juga menyinggung tentang pengalaman kedua partai, baik sebagai partai penguasa maupun partai oposisi. Ia mengakui bahwa dalam dua dekade terakhir, komunikasi dan hubungan antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat belum berjalan sebaik yang diharapkan.
Namun, kehadiran pertemuan mereka diharapkan dapat menjadi titik balik yang positif dalam mengembangkan dialog dan mencari solusi atas berbagai isu kebangsaan, isu negara, dan isu rakyat.
Sementara itu, Puan juga menyatakan bahwa hubungan antara dirinya dan AHY memang sudah akrab dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Kedekatan personal yang terjalin antara keduanya dapat menjadi modal untuk menjalin kerjasama yang lebih baik dan memperkuat politik rekonsiliasi di tanah air.
Pertemuan ini menjadi momen penting dalam dinamika politik Indonesia, terutama mengingat kedua partai tersebut memiliki pengaruh yang signifikan dalam konteks politik nasional.
Dengan adanya pembukaan dialog dan semangat rekonsiliasi, diharapkan kerjasama antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dapat terjalin dengan baik demi kemajuan bangsa dan masyarakat. (*Ibs)
Baca Selengkapnya