Lviv Attack

Rusia meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan besar-besaran terhadap wilayah Ukraina, termasuk Lviv yang berdekatan dengan perbatasan Polandia (anggota NATO) pada 8 Januari 2026.
Detail Serangan
Serangan ini merupakan penggunaan kedua rudal Oreshnik setelah Dnipro pada November 2024, ditembakkan dari Kapustin Yar dekat Laut Kaspia menargetkan infrastruktur strategis seperti fasilitas gas bawah tanah dan bengkel militer di Lviv. Rekaman CCTV menunjukkan proyektil terang menghantam target, menyebabkan kerusakan beton dan kawah di area hutan.
Respons Internasional
Moskow menyebutnya balasan atas dugaan serangan drone Ukraina ke kediaman Putin (yang dibantah Kyiv dan AS), sementara Menteri Luar Ukraina Andriy Sybiha menyebut ancaman serius bagi NATO. Kepala kebijakan luar negeri UE Kaja Kallas dan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengutuk sebagai eskalasi jelas.