Longsor Cisarua

TNI AU telah mengerahkan drone Avia Hybrid untuk mendukung evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Pusat Geospasial TNI AU (Pusgeosau) mengoperasikan drone ini sejak 27 Januari 2026 di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, guna memantau area bencana dari udara. Drone menghasilkan citra resolusi tinggi untuk identifikasi jalur evakuasi, kondisi permukiman, dan infrastruktur rusak, sambil mengurangi risiko bagi personel SAR di lokasi berbahaya. Kapusgeosau Marsda TNI Ferdinand Roring menekankan manfaatnya untuk operasi pencarian cepat dan akurat.
Longsor dipicu runtuhnya "mahkota" Gunung Burangrang, dengan dampak hingga 2 km, masih berlangsung SAR hingga akhir Januari 2026. Drone tetap dikerahkan untuk bantuan kemanusiaan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI AU.

Longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terjadi pada Sabtu dini hari (24 Januari 2026) sekitar pukul 02.00-03.00 WIB, menewaskan 8 orang dengan 82 lainnya masih hilang. Bencana ini menimbun sekitar 30 rumah di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, lereng Gunung Burangrang.
Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat tanah jenuh air dan tidak stabil, memicu longsoran bercampur aliran lumpur deras. Sebelum longsor, banjir bandang juga menerjang kawasan tersebut, memperburuk kondisi lereng.
Korban terdampak mencapai 113-123 jiwa dari 34 KK, dengan 23 selamat dievakuasi ke Kantor Desa Pasirlangu; akses terputus menyulitkan alat berat SAR gabungan TNI-Polri-BPBD. Bupati KBB menetapkan status tanggap darurat, proses pencarian dihentikan saat hujan untuk keselamatan petugas.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa dari 10 kantong jenazah Korban Longsor di Cisarua, Bandung Barat, sebanyak 5 korban telah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Kelima jenazah tersebut sudah dikonfirmasi identitasnya oleh Tim DVI Polda Jabar.
Longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.30 WIB di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu hujan deras di lereng Gunung Burangrang. Sebanyak 10 kantong jenazah diterima di Posko DVI, dengan 8 jenazah utuh dan 2 berupa bagian tubuh.
Lima jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi DNA atau sidik jari. Beberapa sumber melaporkan variasi angka, seperti 6 jenazah teridentifikasi pada sore hari, tapi pernyataan Kapolda tetap pada 5.
Sekitar 71-89 orang dilaporkan hilang, dengan 21 selamat; pencarian dihentikan sementara malam itu dan dilanjutkan Minggu pagi secara manual demi keselamatan. Pihak TNI, Polri, dan BPBD koordinasi Evakuasi.