Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Japan

Seka one
1 bulan yang lalu
Fujiyoshida Hentikan Festival Sakura, Warga Terganggu Overtourism

Fujiyoshida Hentikan Festival Sakura, Warga Terganggu Overtourism

Fujiyoshida Hentikan Festival Sakura, Warga Terganggu Overtourism
News

Festival bunga sakura di Fujiyoshida, kota di kaki Gunung Fuji, dibatalkan pada 2026 karena dianggap menimbulkan Overtourism yang mengganggu kehidupan warga dan lingkungan.

Wali Kota Fujiyoshida Shigeru Horiuchi menyatakan kehidupan tenang warga terancam, sehingga demi melindungi martabat dan lingkungan, festival yang sudah berjalan sekitar 10 tahun itu dihentikan. Lonjakan wisatawan saat musim sakura memicu kemacetan, sampah (termasuk puntung rokok), pelanggaran batas kawasan, hingga laporan turis buang hajat di kebun pribadi dan masuk area permukiman demi cari spot foto.

Festival di Taman Arakurayama Sengen ini biasanya menarik hingga sekitar 200.000 pengunjung dalam beberapa minggu, dengan perkiraan 10.000 turis per hari saat puncak musim sakura. Secara nasional, kunjungan wisatawan ke Jepang menembus lebih dari 42 juta orang pada 2025, rekor tertinggi, ikut mendorong penumpukan turis di spot ikonik seperti Fujiyoshida.

Pemerintah kota akan menghapus label “Festival Bunga Sakura” dari materi promosi resmi, namun taman dengan pemandangan Gunung Fuji, deretan sakura, dan pagoda lima lantai tetap dibuka sehingga pengunjung tetap bisa datang tanpa format festival. Untuk mengendalikan kerumunan, otoritas menyiapkan langkah tambahan seperti penempatan petugas keamanan, penambahan toilet portabel, dan pembatasan tertentu agar kunjungan wisata tidak lagi mengorbankan warga lokal

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Pole Vox
3 bulan yang lalu
Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,

Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,

Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,
News

Insinyur Jepang memang ciptakan tempat tidur transformable yang otomatis jadi kotak pelindung saat deteksi Gempa bumi, pakai sensor seismik canggih. Desain ini mirip sci-fi: kasur naik tutup baja anti runtuhan dalam detik, lindungi penghuni tidur dari puing jatuh. Inovasi relevan pasca gempa Jepang 8 Desember 2025, tunjukkan Teknologi anti-bencana ala negara rawan tektonik.​

Mekanisme Kerja

Sensor getaran aktifkan hidrolik/motor, tutup rangka baja jadi kapsul kedap 1-2 menit, tahan beban hingga 5 ton. Harga prototipe sekitar ¥500.000-1 juta, target rumah tangga urban Tokyo. Mirip sistem OTE (Ongoing Transformation Earthquake) beda versi rumah terapung.​

Konteks Inovasi

Jepang unggul mitigasi gempa sejak 2011 Tohoku, lengkapi peringatan dini J-Alert. Viral di Instagram soroti urgensi Indonesia pasca longsor Aceh, di mana ibu sholat di reruntuhan jadi simbol ketabahan. Teknologi ini dorong kolaborasi global bencana seperti Sumatera.

Video: @temukan.fakta

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap