Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Gempa

Pole Vox
3 bulan yang lalu
Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,

Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,

Insinyur Jepang menciptakan tempat tidur transformable yang otomatis pelindung saat deteksi gempa bumi,
News

Insinyur Jepang memang ciptakan tempat tidur transformable yang otomatis jadi kotak pelindung saat deteksi Gempa bumi, pakai sensor seismik canggih. Desain ini mirip sci-fi: kasur naik tutup baja anti runtuhan dalam detik, lindungi penghuni tidur dari puing jatuh. Inovasi relevan pasca gempa Jepang 8 Desember 2025, tunjukkan Teknologi anti-bencana ala negara rawan tektonik.​

Mekanisme Kerja

Sensor getaran aktifkan hidrolik/motor, tutup rangka baja jadi kapsul kedap 1-2 menit, tahan beban hingga 5 ton. Harga prototipe sekitar ¥500.000-1 juta, target rumah tangga urban Tokyo. Mirip sistem OTE (Ongoing Transformation Earthquake) beda versi rumah terapung.​

Konteks Inovasi

Jepang unggul mitigasi gempa sejak 2011 Tohoku, lengkapi peringatan dini J-Alert. Viral di Instagram soroti urgensi Indonesia pasca longsor Aceh, di mana ibu sholat di reruntuhan jadi simbol ketabahan. Teknologi ini dorong kolaborasi global bencana seperti Sumatera.

Video: @temukan.fakta

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan: Kesiapan Pemimpin Nasional Dalam Menghadapi Bencana Alam Jadi Sorotan

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan: Kesiapan Pemimpin Nasional Dalam Menghadapi Bencana Alam Jadi Sorotan

Nasional

Pewarta Nusantara, Nasional - Gempa Bumi Berkekuatan M5,5 Guncang Pacitan, Jawa Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pada Minggu (23/7) pukul 19.33 WIB, terjadi Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,7 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur.

Namun, setelah ada pembaruan, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengupdate informasi tersebut melalui akun Twitter pribadinya dan menyebutkan bahwa gempa di Pacitan berkekuatan M5,5 dengan kedalaman 42 km.

Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.

Gempa ini berpusat di bidang kontak antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Beruntung, tidak ada potensi tsunami akibat gempa ini. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme geser naik (oblique thrust).

Baca Juga; Prabowo Subianto Unggul dalam Survei Elektabilitas Capres 2024: Ancaman Potensial bagi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Meskipun gempa ini cukup kuat, dampak kerusakan yang ditimbulkan dilaporkan belum signifikan.

Gempa ini dirasakan di beberapa wilayah, seperti Ponorogo dengan intensitas IV MMI, Bantul, Pacitan, Purworejo, Blitar dengan intensitas III MMI, Klaten, Wonosobo, Banjarnegara, Magelang, Kepanjen, Karangkates dengan intensitas II hingga III MMI.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah gempa tersebut terjadi.

Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait gempa di Pacitan ini. (*Ibs)

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, BMKG Sebut Tidak Ada Potensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, BMKG Sebut Tidak Ada Potensi Tsunami

Nasional

Pewarta Nusantara, Nasional - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo (M) 5,7 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (23/7) pukul 19.33 WIB.

Setelah pembaruan, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan informasi terbaru melalui akun Twitter pribadinya bahwa gempa tersebut sebenarnya berkekuatan M5,5 dengan kedalaman 42 km.

Daryono juga menjelaskan bahwa episenter gempa dan kedalaman hiposenternya menunjukkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Baca Juga; Prabowo Subianto Unggul dalam Survei Elektabilitas Capres 2024: Ancaman Potensial bagi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Gempa ini berpusat di bidang kontak antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia dengan mekanisme geser naik (oblique thrust).

Namun, BMKG menyatakan bahwa tidak ada potensi tsunami sebagai dampak dari gempa tersebut. Guncangan gempa juga dirasakan di beberapa wilayah di sekitar Pacitan, seperti Ponorogo dengan intensitas IV MMI, Bantul, Pacitan, Purworejo.

Dan Blitar dengan intensitas III MMI, serta Klaten, Wonosobo, Banjarnegara, Magelang, Kepanjen, dan Karangkates dengan intensitas II-III MMI.

Hingga pukul 19.55 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) dari gempa tersebut, dan tidak ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkannya. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erniyati Khalida
2 tahun yang lalu
Gempa Berkekuatan 5,5 Guncang Lepas Pantai Wilayah California Utara

Gempa 5,5 Skala Richter Guncang Lepas Pantai Wilayah California Utara

Internasional

Pewarta Nusantara, California - Pada hari Minggu, gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang lepas pantai wilayah California Utara.

Menurut US Geological Survey (USGS), gempa ini tidak menyebabkan laporan kerusakan atau cedera.

USGS melaporkan bahwa Gempa terjadi pada kedalaman 10 km dan berpusat sekitar 108 km barat Petrolia, sebuah komunitas kecil dengan populasi sekitar 1.000 orang di Kabupaten Humboldt.

"Beberapa kota lain di wilayah yang jarang dihuni di California Utara juga melaporkan getaran ringan," kata USGS, seperti yang dilansir oleh Reuters.

Gempa bumi merupakan peristiwa yang biasa terjadi di California. Gempa yang fatal terjadi di negara bagian ini adalah gempa berkekuatan 6,4 yang melanda California Utara hanya 5 km lepas pantai pada bulan Desember.

Gempa tersebut melukai setidaknya selusin orang dan menewaskan dua orang.

California merupakan wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik karena terletak di sepanjang Patahan San Andreas yang aktif.

Kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kesiapan dalam menghadapinya penting bagi warga setempat.

Gempa bumi di daerah ini merupakan hal yang umum terjadi mengingat California terletak di sepanjang jalur patahan aktif San Andreas.

Meskipun gempa ini tidak melaporkan kerusakan serius, penting bagi warga setempat untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi gempa bumi di masa depan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap