Jambi

Guru Agus Saputra dari SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, mengalami trauma berat setelah dikeroyok sejumlah siswanya pada 13 Januari 2026, sehingga ia memilih berhenti mengajar sementara waktu.
Kejadian bermula saat Agus menegur siswa yang melontarkan kata-kata tidak sopan saat pelajaran PJOK, yang berujung tantangan verbal, tamparan refleks dari Agus, mediasi gagal, dan akhirnya pengeroyokan di kantor sekolah; video viral menunjukkan Agus memar di badan dan pipi.
Agus kini trauma, melaporkan kasus ke Polda Jambi dengan visum pada 15 Januari 2026 setelah sempat mempertimbangkan jalur damai, sementara Dinas Pendidikan Jambi menurunkan tim investigasi.
Gubernur Jambi mendesak Agus menjalani tes kejiwaan untuk memastikan kondisi psikologisnya pulih sebelum kembali mengajar, sekaligus memerintahkan sanksi tegas bagi siswa pelaku demi lindungi guru.
Rumah Adat Kajang Leko Jambi
Pewartanusantara.com - Jambi adalah salah satu provinsi yang masih memegang erat budaya Melayu. Tidak hanya dalam kebiasaan sehari-hari. Namun, dalam masalah rumah huniannya masih lekat dengan tradisi melayu. Anda bisa menemukan dengan mudah Rumah Adat Kajang Leko di beberapa perkampungan. Misalnya di kampung Lamo atau Kampung Bathin.
Rumah Kajang Leko adalah rumah panggung yang mempunyai keunikan tersendiri. Tidak hanya bentuknya yang panjang. Ada bisa melihat keunikan lainnya dari kontruksi bangunan rumah adat ini. Dimana atapnya berbentuk melengkung mirip dengan perahu. Orang Jambi menyebutnya dengan Gajah Mabuk. Hal yang mengacu pada cerita dari orang yang pertama kali membuat rumah Kajang Leko.
Nah, pada langit lahir yang menjadi pembatas dengan atap disebut tebar layar. Fungsinya sangat jelas sebagai penahan bila mana hujan merembes. Atau bisa juga dipakai sebagai tempat penyimpanan peralatan. Sedangkan bagian dindingnya terdapat ukiran dari kayu. Pintunya terdiri dari 3 jenis, pintu tegak, masi dinding dan balik melintang.
Ketika masuk rumah Kajang Leko ini, maka di dalamnya terbagi menjadi 8 ruangan. Ruangan tersebut diantaranya sebagai berikut ;
Ruang jagong. Ruangan ini mempunyai fungsi untuk tempat beristirahat seluruh anggota keluarga. Selain itu bisa pula dipakai sebagai tempat dalam menyimpan air.
Serambi depan. Tempat untuk menjamin dan menerima pada tamu. Akan tetapi untuk ruangan ini hanya dikhususkan untuk tamu pria saja.
Serambi dalam Ruang yang mana dipakai sebagai kamar untuk tidur bagi anggota keluarga laki laki.
Amben Melintang. Ruangan khusus untuk kamar pengantin.
Serambi belakang. Kalau serambi bagian belakang ini adalah ruangan yang dipakai sebagai tempat tidur untuk anak perempuan belum nikah.
Laren merupakan ruangan yang difungsikan untuk tamu wanita.
Garang, adalah ruangan yang bisanya dipakai untuk mengolah makanan serta menyimpan berbagai bahan makanan.
Sedangkan yang terakhir ialah dapur. Tempat untuk memasak berbagai hidangan khas dari Jambi.

Itulah dari beberapa bagian yang ada dalam Rumah Kajang Leko. Rumah adat provinsi Jambi ini masih sangat erat dengan aturan adat. Makanya tiap ruangan dalam rumah ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus ditaati sebagaimana adat istiadat yang berlaku.
Baca Selengkapnya