JakartaUtara

Seekor ular sanca sepanjang sekitar 3 meter berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) pagi. Ular tersebut muncul berkeliaran di genangan banjir akibat hujan deras, tepat di area parkir ruko Jalan Agung Indah 3, Kelurahan Sunter Agung, dan hampir masuk ke dalam toko.
Detail Kejadian
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.40 WIB, saat ketinggian air genangan mencapai 10 cm. Warga yang melihat langsung menghentikan regu damkar yang sedang memantau banjir untuk meminta bantuan evakuasi. Proses penangkapan hanya memakan waktu 3 menit, hingga selesai pukul 10.48 WIB, dan ular dimasukkan ke dalam karung.
Respons Petugas
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakut, Gatot Sulaiman, mengonfirmasi bahwa objek evakuasi adalah satu ekor ular sepanjang 3 meter. Ular diduga keluar dari sarangnya karena habitatnya terendam banjir, dan warga sempat merekam momen ular bergerak menuju ruko.
Video: detik.com

Peristiwa tragis menimpa satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tiga anggota keluarga dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat Keracunan, pada Jumat (2/1/2026). Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya berhasil selamat dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, membenarkan kejadian tersebut setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP). Ketiga korban ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas V Gang 10. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya—masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan—ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, yang menguatkan dugaan awal keracunan.
Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya botol air mineral, sisa makanan dari tiga bungkus berbeda, serta telepon genggam milik korban. Barang-barang tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk menelusuri sumber zat beracun yang diduga menjadi penyebab kematian.
Untuk memastikan penyebab pasti, jenazah ketiga korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan autopsi. Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mendalami latar belakang peristiwa guna memastikan apakah keracunan tersebut bersifat tidak disengaja atau mengandung unsur lain.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi autopsi dan pemeriksaan laboratorium, sekaligus tidak berspekulasi sebelum penyebab kematian dipastikan secara ilmiah dan hukum.

Jakarta Utara — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/12/2025) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB itu menghanguskan 14 rumah semi permanen di area seluas kurang lebih 600 meter persegi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut berdampak pada sedikitnya 21 kepala keluarga atau 91 jiwa. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu bangunan, yang kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel dari Pos Teluk Gong untuk menangani kejadian tersebut. Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 08.21 WIB dalam kondisi aman.
Akibat kebakaran ini, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp900 juta. Warga di Jalanuk Mu, Gang RT 05/RW 04, Kapuk Muara, sempat panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari amukan api.
Peristiwa ini mengingatkan warga pada kejadian serupa yang pernah terjadi di kawasan Kapuk Muara pada Juni 2025. Pemerintah setempat disebut tengah mempertimbangkan penyediaan bantuan dan pengungsian sementara bagi warga terdampak sembari dilakukan pendataan lanjutan.
Video: Kumparan