Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Iran

Seka one Seka one
12 jam yang lalu

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada 27 Januari 2026, tepat setelah kapal induk AS USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah.

Pezeshkian mengkritik kehadiran militer AS sebagai “ancaman” yang mengganggu stabilitas kawasan, termasuk tekanan ekonomi dan intervensi eksternal terhadap Iran. Ia juga memaparkan perkembangan domestik Iran, seperti isu nuklir dan demo akibat krisis ekonomi yang menewaskan 3.000 orang.​

 

MBS menegaskan komitmen Saudi untuk menghormati pelestarian Iran, tolak wilayahnya dipakai untuk serangan apa pun terhadap Teheran, dan mendorong dialog untuk keamanan regional. Pezeshkian puji sikap ini sebagai solidaritas negara Islam.

Seka one Seka one
12 jam yang lalu

Iran baru saja menerima 1.000 drone tempur modern yang didistribusikan ke berbagai cabang angkatan bersenjata untuk memperkuat pertahanan menghadapi ancaman AS.


Penyerahan dilakukan pada 29 Januari 2026, didesain khusus untuk operasi destruktif, pengintaian, dan peperangan elektronik berdasarkan pelajaran dari perang 12 hari Juni 2025. Drone ini menargetkan sasaran darat, laut, udara, dan dikembangkan oleh angkatan darat bersama Kementerian Pertahanan.


Panglima Angkatan Darat Amir Hatami menegaskan militer siap beri respons dahsyat terhadap agresor mana pun, di tengah peringatan Presiden Trump soal serangan jika Iran tolak kesepakatan nuklir baru. Wakil Kepala Angkatan Darat Habibollah Sayyari klaim Iran punya kapasitas lukai musuh dengan biaya besar, didukung Ayatollah Khamenei.

Seka one Seka one
2 hari yang lalu

Iran baru-baru ini memasang billboard besar di pusat kota Teheran sebagai peringatan tegas kepada Amerika Serikat (AS).

Billboard tersebut berada di Alun-alun Enghelab dan menampilkan gambar kapal induk AS yang hancur, dengan pesawat tempur rusak terbakar di deknya, mayat, serta darah mengalir membentuk pola seperti bendera AS. Slogan yang menyertainya berbunyi "If you sow the wind, you will reap the whirlwind" atau dalam bahasa Persia setara dengan "Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai".

Pemasangan dilakukan pada 25 Januari 2026, tepat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengiriman kapal induk USS Abraham Lincoln dan armada perang ke Timur Tengah sebagai langkah antisipasi militer. Komandan Garda Revolusi Iran juga memperingatkan bahwa pasukannya lebih siap dari sebelumnya, di tengah protes domestik yang menewaskan ribuan orang.​

Ini merupakan propaganda visual khas Iran untuk menunjukkan kesiapan balasan jika diserang, mirip mural sebelumnya terkait konflik dengan Israel. Ketegangan meningkat akibat penindakan terhadap demonstran anti-pemerintah sejak akhir Desember 2025.

Seka one Seka one
2 hari yang lalu

Universitas Emory di Atlanta, AS, telah memecat Fatemeh Ardeshir Larijani, putri Ali Larijani, pejabat senior Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Fatemeh bekerja sebagai asisten profesor di Departemen Hematologi dan Onkologi Medis, fokus pada penelitian kanker paru-paru, sebelum halaman profilnya dihapus pada 24 Januari 2026. Keputusan ini menyusul sanksi AS terhadap ayahnya pada 15 Januari karena tuduhan koordinasi penindasan protes anti-pemerintah di Iran sejak akhir Desember 2025.​

Kongres AS Buddy Carter menyerukan pemecatan dan pencabutan lisensi medisnya, menyebut ikatan keluarga sebagai risiko keamanan nasional dan keselamatan pasien. Demonstran Iran-Amerika memprotes di depan Winship Cancer Institute, memicu kampanye media sosial.

Emory menyatakan pemecatan sesuai hukum federal dan negara bagian, tanpa mengonfirmasi hubungan langsung dengan sanksi, sambil menegaskan komitmen pada perawatan pasien dan penelitian.

Seka one Seka one
4 hari yang lalu

Kapal induk USS Abraham Lincoln sedang menuju Timur Tengah dan diprediksi tiba dalam beberapa jam hingga hari ini, 25 Januari 2026, sebagai bagian dari pengerahan pasukan AS yang mencapai level tertinggi. Kapal ini melintas Selat Malaka baru-baru ini, didampingi tiga kapal perusak, untuk memperkuat kehadiran di Laut Arab menghadapi ketegangan AS-Iran.

Pindah dari Laut China Selatan, USS Abraham Lincoln membawa skuadron jet tempur F-35C, F/A-18, dan EA-18G, plus ribuan pelaut, di bawah perintah Presiden Donald Trump untuk situasi darurat Iran. Laksamana Brad Cooper bertemu pejabat Israel membahas strategi, sementara Iran ancam balas jika diserang.

Pengerahan ini sinyal kesiapsiagaan tinggi AS di Indo-Pasifik dan Timur Tengah, mirip respons sebelumnya terhadap ancaman nuklir Iran. Presiden Trump konfirmasi "jumlah besar kapal" sedang bergerak untuk pantau situasi.

Seka one Seka one
1 minggu yang lalu

Gelombang demo besar-besaran di Iran sejak akhir Desember 2025 menelan korban jiwa dalam skala ribuan, dengan berbagai lembaga HAM menyebut angka tewas mencapai kisaran 3.000–3.400 orang, sementara versi pemerintah Iran hanya mengakui “ratusan” korban. Situasinya digambarkan sangat brutal karena banyak kematian diduga terjadi akibat tembakan langsung aparat, penindakan keras di jalanan, serta penutupan akses komunikasi yang membuat korban terlantar tanpa bantuan cepat.​

Organisasi HAM seperti Iran Human Rights dan HRANA memperkirakan lebih dari 3.000 orang tewas, dengan sebagian besar korban adalah demonstran muda dan warga sipil. Beberapa estimasi ekstrem bahkan menyebut kemungkinan korban mencapai puluhan ribu, meski angka setinggi ini sulit diverifikasi karena pemadaman internet dan pembatasan informasi.​

Pemerintah Iran melalui pejabatnya hanya mengakui korban “ratusan” dan menuduh kelompok oposisi serta organisasi HAM melebih-lebihkan angka kematian.​

Laporan berbagai kelompok HAM menyebut aparat menggunakan peluru tajam, tembakan ke kerumunan, penembak jitu, serta pemukulan brutal terhadap demonstran tak bersenjata di banyak kota. Banyak korban tewas dan luka berat disebut tidak segera mendapat perawatan karena rumah sakit ditekan agar tidak menerima demonstran atau diminta tidak mencatat identitas korban.​

Internet dan jaringan komunikasi diputus hampir total di banyak wilayah, sehingga keluarga sulit mencari anggota keluarga yang hilang dan informasi soal penangkapan maupun kematian tidak transparan. Praktik penahanan massal, penyiksaan dalam tahanan, serta ancaman eksekusi terhadap demonstran juga dikategorikan lembaga HAM sebagai bentuk perlakuan yang kejam dan tidak manusiawi.​

Dalam berbagai pernyataan publik, pemimpin Iran menetapkan narasi bahwa demonstrasi adalah “kerusuhan” yang didalangi musuh asing dan “perusuh bersenjata”, sehingga tindakan keras dianggap sebagai upaya mempertahankan keamanan nasional dan menjaga sistem Republik Islam. Pihak berwenang menyatakan aparat “terpaksa” menggunakan kekuatan karena ada serangan terhadap fasilitas negara dan pasukan keamanan.​

Sementara itu, pernyataan-pernyataan ini dikritik komunitas internasional dan kelompok HAM karena dinilai mengabaikan fakta bahwa mayoritas korban adalah demonstran sipil dan warga biasa, bukan kombatan, serta tidak diikuti mekanisme akuntabilitas yang independen terhadap aparat yang melakukan pelanggaran.​

Jika ingin, penjelasan bisa dilanjut ke aspek geopolitik (reaksi PBB, Barat, dan negara kawasan) atau dinamika internal Iran pascakerusuhan.

Seka one Seka one
1 minggu yang lalu

Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari PM Israel Benjamin Netanyahu agar Israel punya waktu mempersiapkan pertahanan dari kemungkinan balasan Iran. Laporan ini muncul di tengah penindasan keras rezim Iran terhadap demonstran anti-pemerintah yang telah menewaskan ribuan orang.​

Ketegangan meningkat karena Trump mengancam Iran atas pembunuhan demonstran, sementara Iran balas mengancam Israel jika diserang AS. Pada 14-15 Januari 2026, Netanyahu menelepon Trump meminta penundaan karena sistem pertahanan udara Israel overload akibat konflik sebelumnya dengan Iran.​

Netanyahu khawatir Iran akan membalas dengan serangan rudal besar, sehingga Israel butuh waktu tingkatkan kesiapan militer. Sumber AS dan Israel konfirmasi panggilan itu terjadi Rabu malam, tapi Gedung Putih tak beri detail lebih lanjut.​

Trump beri sinyal de-eskalasi dengan bilang pembunuhan demonstran sudah berhenti setelah dapat jaminan, meski tetap ancam "semua opsi terbuka". Iran tutup ruang udara sementara karena takut serangan, tapi menteri luar negerinya klaim tak ada rencana eksekusi demonstran lagi.

Seka one Seka one
2 minggu yang lalu

Iran secara terbuka memamerkan kekuatan rudal balistiknya sambil mempersiapkan manuver militer sebagai respons terhadap ancaman intervensi AS di tengah protes domestik yang memanas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar latihan tempur dengan Rudal Hipersonik Fattah dan Khorramshahr-4, menargetkan simulasi pangkalan AS di Timur Tengah. Pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan kesiapan total Teheran hadapi opsi militer Washington.​​

Protes massal sejak Desember 2025 memaksa pemadaman internet dan korban jiwa 116 orang, dengan Presiden AS Donald Trump ancam intervensi militer jika rezim brutal terhadap demonstran. Iran peringatkan negara tetangga seperti Arab Saudi dan UEA bahwa pangkalan AS di wilayah mereka jadi target sah jika konflik pecah.​

 
Kekuatan Rudal Iran

  • Fattah: Hipersonik, jangkauan 1.400 km, kecepatan Mach 13, sulit dicegat.
  • Khorramshahr-4: Muatan 1.800 kg, akurasi tinggi untuk bunker buster.
  • Manuver: Latihan 14 Januari 2026 simulasikan serangan balasan cepat.​


AS tarik personel dari pangkalan Al Udeid Qatar sebagai pencegahan, sementara Trump janji "tindakan sangat kuat" dukung demonstran Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf ancam bakar Timur Tengah jika diserang.

 

Seka one Seka one
2 minggu yang lalu

Di Teheran, demonstrasi menyalakan lampu ponsel secara serempak selama protes anti-pemerintah awal Januari 2026, menciptakan Lautan Cahaya dramatis di jalan gelap. Taktik pemerintah memutus listrik justru perkuat simbol perlawanan solid saat massa teriak slogan dari distrik Punak dan Teheran.​

 
Konteks Protes
Demonstrasi memicu krisis ekonomi akibat inflasi tinggi, sanksi global, dan anjloknya rial Iran, meluas ke 250+ lokasi di 27 provinsi sejak 28 Desember 2025. Korban membunuh mencapai 42 jiwa, 2.270 ditahan, dengan pemerintah memutuskan internet/telepon nasional untuk redam aksi.​

 
Tanggung Jawab Pemerintah
Ayatollah Ali Khamenei tuduh demonstran agen Trump, sementara Presiden Pezeshkian larang lunak; visual lampu ponsel viral simbol Solidaritas Rakyat. Protes tetap bergolak hingga 11 Januari 2026 meski akses komunikasi lumpuh.

 

Video : X/ePopularFront_

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Pantai Merah di Pulau Hormuz, Iran, berubah menjadi merah darah setelah diguyur hujan deras pada 16 Desember 2025. Fenomena ini disebabkan tanah kaya oksida besi yang tersapu air hujan ke laut, menciptakan kontras warna mencolok.


Penyebab Fenomena
Pulau Hormuz terkenal dengan tanah dan tebing merah menyala akibat kandungan oksida besi tinggi. Hujan langka di iklim gersang pulau ini membawa sedimen merah dari bukit ke pantai dan air laut dangkal. Warga lokal menyebut tanah ini "gelak", bernilai ekonomi untuk kosmetik dan cat.

​​
Dampak Visual
Air pantai berubah nuansa merah pekat hingga karat, menciptakan ilusi "berdarah" yang viral di media sosial. Video menunjukkan aliran merah dramatis dari lereng ke Teluk Persia. Fenomena pertama sepanjang 2025 ini menarik wisatawan dan fotografer.​


Fakta Tambahan
Ini bukan kejadian supernatural, melainkan reaksi geologi alami yang sering dirayakan lokal. Pulau di Selat Hormuz ini punya lanskap berwarna-warni unik. Tidak ada laporan dampak negatif pada lingkungan atau manusia.

 

Video: TikTok/Mojtaba Bahmani