Investasi UEA

Presiden Prabowo Subianto pulang ke Tanah Air pada 27 Februari 2026 setelah kunjungan kerja sukses ke Amman (Yordania) dan Abu Dhabi (UEA), membawa capaian signifikan berupa investasi potensial raksasa dan kemajuan diplomasi perdamaian Gaza.
Kunjungan ini hasilkan komitmen strategis di sektor energi, infrastruktur, dan perdagangan, perkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama Teluk di Asia Tenggara.
Di Amman, Prabowo bertemu Raja Abdullah II membahas krisis Gaza, ajak kolaborasi tangani kemanusiaan Palestina via solusi dua negara, dan perkuat koordinasi pasukan perdamaian bilateral. Diskusi soroti rencana Board of Peace (BoP) Trump yang libatkan Indonesia, UEA, Pakistan, Turki; Yordania apresiasi peran RI dorong gencatan senjata permanen. Pertemuan tutup peluang investasi Yordania di food estate dan hilirisasi nikel RI, meski fokus utama stabilitas Timur Tengah.
Pertemuan bilateral dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) di Qasr Al Bahr, 26 Februari, bahas penguatan kemitraan 50 tahun RI-UEA di energi, investasi, dan infrastruktur. Dialog expanded dan tête-à-tête hasilkan komitmen tingkatkan Investasi UEA (sudah Rp200+ triliun di IKN, food estate), termasuk sovereign wealth fund Mubadala untuk hilirisasi mineral dan LNG hijau. Buka puasa bersama Ramadan ciptakan suasana kekeluargaan, dampingi delegasi menteri seperti Bahlil Lahadalia dan Sugiono; potensi MoU baru energi terbarukan dan pertahanan.
Lawatan bawa "oleh-oleh" investasi raksasa potensial triliunan rupiah, tingkatkan perdagangan bilateral RI-UEA (target US$10 miliar/tahun) dan RI-Yordania di agribisnis. Gaza jadi bonus diplomatik: Indonesia perkuat suara Muslim dunia, koordinasi bantuan kemanusiaan, dan posisi BoP untuk gencatan senjata. Pulangnya Prabowo langsung rapat terbatas di Jakarta Selatan, implementasi hasil lawatan ke program prioritas seperti IKN dan stabilitas pangan Ramadan. Respons publik positif, anggap diplomasi aktif Prabowo bawa manfaat nyata ekonomi dan geopolitik.