Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Energi Hijau

Seka one
2 bulan yang lalu
Pertamina NRE & GCL China Teken MoU Energi Hijau

Pertamina NRE & GCL China Teken MoU Energi Hijau

Pertamina NRE & GCL China Teken MoU Energi Hijau
News

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan energi bersih asal China, sebagai langkah strategis untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Penandatanganan dilakukan pada 7 Januari 2026 di Suzhou, dihadiri CEO Pertamina NRE John Anis dan Chairman GCL Zhi Fei, diikuti kunjungan ke fasilitas waste-to-energy GCL.​

Kolaborasi ini menargetkan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), energi baru terbarukan (EBT), pembangkit berbasis gas, serta teknologi seperti integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi. Tujuannya mendukung penurunan emisi karbon dan ketahanan energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.​

John Anis menekankan penggabungan pengalaman global GCL dengan keahlian lokal Pertamina NRE untuk solusi energi berkelanjutan yang kompetitif. GCL melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk ekspansi Energi Hijau.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu 01/06/23
Presiden Jokowi Menggebrak dengan Dorongan Megas untuk Mengembangkan Ekosistem Baterai Listrik di Indonesia!

"9 Miliar Dolar AS" Presiden Jokowi Dorongan Percepatan Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik di Indonesia!

Nasional

Pewarta Nusantara - Presiden mendorong percepatan pengembangan ekosistem Baterai Listrik demi keberlanjutan Energi Hijau.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan dorongan kuat untuk mempercepat investasi dalam pengembangan ekosistem baterai mobil listrik di Kawasan Industri Hijau Bantaeng, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan hal ini setelah menghadiri rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Investasi ini akan dilakukan dalam kawasan industri yang berfokus pada energi hijau, dengan pemanfaatan tenaga angin di Sulawesi Selatan dan tambang nikel di Papua.

Bahlil menekankan bahwa percepatan investasi ini harus mematuhi mekanisme dan peraturan perundangan yang berlaku.

Investasi tersebut melibatkan konsorsium dari Inggris dan beberapa perusahaan, termasuk Glencore dari Swiss, Envision dari Inggris, serta Umicore dari Belgia.

Total nilai investasinya diperkirakan mencapai sekitar 9 miliar dolar AS. Dengan kerja sama ini, diharapkan produksi baterai listrik dapat memenuhi kebutuhan domestik dan juga diekspor ke luar negeri, terutama ke Eropa. (setkab.go.id)

Dorongan Presiden ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor energi terbarukan dan mempercepat transisi ke mobilitas berkelanjutan.

Dengan pengembangan ekosistem baterai listrik yang lebih maju, diharapkan Indonesia dapat menjadi pusat produksi dan ekspor baterai listrik yang ramah lingkungan, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung keberlanjutan energi hijau di masa depan. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap