Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Dana Abadi Pendidikan

Seka one
1 bulan yang lalu
Sudarto Ingatkan Alumni LPDP: Jaga Etika, Moral, dan Nilai Kebangsaan

Sudarto Ingatkan Alumni LPDP: Jaga Etika, Moral, dan Nilai Kebangsaan

Sudarto Ingatkan Alumni LPDP: Jaga Etika, Moral, dan Nilai Kebangsaan
News

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Rabu, 25 Februari 2026, atas polemik yang dipicu pernyataan kontroversial alumni LPDP berinisial DS (Dwi Sasetningtyas) di media sosial.

Polemik bermula dari video Instagram @sasetyaningtyas yang viral pada 23 Februari 2026, di mana DS membuka surat dari Home Office Inggris sambil menyatakan, "Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan," karena ingin anaknya punya paspor kuat negara asing. Pernyataan ini memicu kecaman netizen yang menilai alumni LPDP—yang didanai uang pajak rakyat—kurang menghargai negara asal, apalagi DS telah lulus S2 pada 2017 dan menyelesaikan masa pengabdiannya. Suaminya, AP (juga alumni), kini di-blacklist dan wajib kembalikan dana beasiswa plus bunga karena belum tuntas kontribusi.

Dalam media briefing di Kantor DJPK Kemenkeu Jakarta, Sudarto mewakili LPDP dan seluruh alumni meminta maaf karena "hal yang seharusnya bisa dihindari" menimbulkan diskusi panas di masyarakat. Ia menyesalkan sikap tersebut dan menegaskan mayoritas alumni justru berdedikasi sebagai guru, dosen, pengusaha, PNS, hingga kontributor global yang mengharumkan Indonesia.

Sudarto mengingatkan alumni agar jaga etika, moral, dan nilai kebangsaan karena beasiswa LPDP berasal dari Dana Abadi Pendidikan—uang pajak rakyat. Ia mempopulerkan jargon "Lu Pakai Duit Pajak" (LPDP) sebagai pengingat tanggung jawab sosial: "Anda bisa S2/S3/postdoc dari uang rakyat, jaga kepercayaan masyarakat agar LPDP terus berjalan sebagai investasi jangka panjang." LPDP akan terus verifikasi dan sanksi pelanggaran demi keberlanjutan program.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap