Pewarta Nusantara
Add Post Menu

BEM UI

Seka one
1 bulan yang lalu
BEM UI Coret Kerudung Polwan di Demo Mabes Polri – Ramai Pro Kontra

BEM UI Coret Kerudung Polwan di Demo Mabes Polri – Ramai Pro Kontra

BEM UI Coret Kerudung Polwan di Demo Mabes Polri – Ramai Pro Kontra
News

BEM UI menuai pro-kontra setelah oratornya menyindir keras polisi berpeci/sorban dan Polwan berkerudung putih saat Demo di Mabes Polri pada 27 Februari 2026, dengan teriakan seperti "Kalian pikir berpakaian begitu bisa pikat hati kami? Tidak!"

Aksi BEM UI tuntut reformasi Polri, hukuman berat polisi represif, dan transparansi kasus kematian siswa madrasah, digelar jelang buka puasa Ramadhan dengan pengamanan 3.093 personel Polda Metro Jaya. Polisi sengaja memakai atribut keagamaan (peci/sorban pria, kerudung putih wanita) sebagai pendekatan persuasif simbolik, lengkap sepanduk "Selamat Datang Pejuang Aspirasi", tapi malah disindir massa dari komando mobil.

Insiden spesifik "coret kerudung" viral di medsos, di mana mahasiswi diduga coret jilbab Polwan dengan tulisan "pembunuh", picu bertema tajam; Polri mengingatkan etika demo humanis tanpa kekerasan verbal/fisik, tekankan pengamanan yang kondusif.

Pendukung BEM UI menganggap sindiran sah sebagai kritik substansi, tolak pendekatan simbolik dianggap manipulatif saat bulan puasa. Kritikus menyebut tindakan tak sopan, hina simbol keagamaan, dan kontraproduktif tuntutan reformasi—banyak netizen pro-Polri memuji aparat humanis meski diejek.

Kasus cerminan polarisasi demo mahasiswa vs aparat: BEM UI soroti isu sistemik, tapi pendekatan orator picu backlash etika, sementara klaim Polri tetap kawal tertib tanpa senjata api.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
1 bulan yang lalu
BEM UI Demo di Mabes Polri: Tuntut Keadilan Kasus Pelajar Maluku Tewas!

BEM UI Demo di Mabes Polri: Tuntut Keadilan Kasus Pelajar Maluku Tewas!

BEM UI Demo di Mabes Polri: Tuntut Keadilan Kasus Pelajar Maluku Tewas!
News

BEM UI menggelar demonstrasi di depan Mabes Polri pada 27 Februari 2026, menuntut keadilan atas kematian pelajar AT (14 tahun) di Tual, Maluku Tenggara, akibat penganiayaan oleh anggota Brimob Bripda Mesias Siahaya.

Aksi bertajuk #AparatKeparat ini soroti dugaan brutalitas aparat dan desak reformasi struktural Polri.

Pelajar MTsN 1 Maluku Tenggara berinisial AT tewas pada 19 Februari 2026 setelah diduga dianiaya Bripda Mesias Siahaya saat patroli di Tual; visum tunjukkan luka parah kepala dan dada, picu kemarahan publik atas kriminalisasi korban. Kasus ini mirip insiden kekerasan polisi sebelumnya, dengan Bripda MS ditetapkan tersangka Pasal 351 KUHP (penganiayaan berat) tapi tuntutan pidana mati belum maksimal menurut mahasiswa.

Massa sekitar 200 mahasiswa UI dan kampus lain (UPNVJ, dll.) kumpul FISIP UI pukul 13.00 WIB, bergerak ke Mabes Polri dengan spanduk "Tolak Brutalitas Aparat" dan aksi simbolis cat merah seragam sekolah bertuliskan "Mati Dibunuh Polisi". Tuntutan utama: pidana seberat-beratnya bagi Bripda Mesias dan aparat represif, copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku Dadang Hartanto, bebas tahanan politik, batasi kewenangan Polri dari jabatan sipil, serta reformasi Polri struktural-kultural-instrumentsl.

Aksi damai berlangsung pukul 14.00-18.00 WIB, hadapi barikade polisi berpeci-sorban putih (3.093 personel Polda Metro Jaya), tanpa bentrokan signifikan meski massa orasi minta Kapolri temui langsung. Massa bubar tertib setelah bacakan pernyataan sikap, polisi imbau hindari provokator; tak ada ditangkap. Aksi viral di medsos dengan tagar #AparatKeparat, soroti pola represif Polri pasca-demo tolak BoP Gaza.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
1 bulan yang lalu
Mahasiswa Demo di Jakarta & Bandung: Tolak Pengiriman Pasukan RI ke Gaza!

Mahasiswa Demo di Jakarta & Bandung: Tolak Pengiriman Pasukan RI ke Gaza!

Mahasiswa Demo di Jakarta & Bandung: Tolak Pengiriman Pasukan RI ke Gaza!
News

Mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan Bandung menggelar demonstrasi pada 27 Februari 2026 menolak pengiriman pasukan TNI RI ke Gaza sebagai bagian dari Board of Peace (BoP) besutan Presiden Trump, yang dianggap komando AS dan berpotensi libatkan Indonesia dalam konflik Timur Tengah.

Aksi bertajuk "Tolak BOP, Aksi Penolakan Tentara Indonesia di Bawah Komando Amerika" damai, tuntut pemerintah batalkan keterlibatan militer demi netralitas RI.

Di Jakarta, massa BEM UI, UGM, ITB, UNJ, dan FPMI tumpah di Mabes Polri, Kebayoran Baru, siang hingga sore, koordinasi Polres Metro Jakarta Selatan dengan 3.093 personel amankan tanpa bentrok signifikan. Tuntutan fokus reformasi Polri dan tolak BoP pasca-pertemuan Prabowo-Raja Abdullah, dengan spanduk "Aparat Keparat" dan "Tolak TNI ke Gaza". Massa bubar tertib pukul 18.00 setelah bacakan pernyataan sikap, imbau hindari provokator.

Di Bandung, Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) demo depan Gedung Sate, Jawa Barat, serukan tolak keterlibatan TNI dalam BoP yang dianggap alat AS-Israel, tuntut Prabowo prioritaskan bantuan kemanusiaan bukan militer. Massa bawa bendera Palestina dan poster kecam "Pengiriman Pasukan RI ke Gaza", aksi berlangsung aman dengan pengamanan Polrestabes Bandung.

Demo respons pernyataan Prabowo di Amman soal koordinasi perdamaian Gaza via BoP, mahasiswa khawatir RI terlibat perang proxy AS-Israel, langgar politik bebas aktif dan Pancasila. Tuntutan lain: reformasi Polri, bebas tahanan politik, dan tolak dwifungsi TNI; aksi mirip gelombang tolak RUU TNI 2025. Pemerintah belum respons resmi, polisi imbau dialog damai.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap