
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel atau 17% dari total global, terutama minyak berat di sabuk Orinoco. Presiden Trump menyinggung industri minyaknya yang “benar-benar gagal” setelah penangkapan Maduro pada Januari 2026, mengkritik produksi rendah hanya ~1 juta barel per hari (turun dari 3,5 juta di 2013).
Masalah Struktural
PDVSA sebagai BUMN minyak kekurangan modal, infrastruktur usang (pipa 50 tahun), pemadaman listrik kronis, dan sanksi AS membatasi ekspor utama ke China. Minyak ekstra beratnya mahal diproses dan mencemari lingkungan, memerlukan teknologi tinggi yang terhambat nasionalisasi era Chavez.
Rencana Trump
Trump mengumumkan AS akan ambil alih sementara dengan investasi miliaran dolar dari perusahaan minyak AS untuk tingkatkan produksi, meski analis perkirakan butuh 2 tahun dan biaya US$10 miliar untuk menambah 0,5 juta barel/hari. Dampak harga minyak global diprediksi minim jangka pendek akibat tantangan logistik.