
Pemerintah Kota Medan mengembalikan bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras plus 300 paket sembako, perlengkapan bayi, dan alat ibadah untuk korban banjir.
Alasan Pengembalian
Keputusan Wali Kota Rico Waas diambil setelah koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Pertahanan, karena regulasi pusat belum izinkan penerimaan bantuan asing langsung. Presiden Prabowo menegaskan Indonesia mampu tangani bencana sendiri, meski bantuan sempat diterima awalnya.
Konteks Banjir
Bencana banjir di Medan memerlukan logistik cepat, tapi Pemkot patuh instruksi pusat demi kesesuaian kebijakan daerah. Pengembalian ini picu kritik publik soal prosedur vs kebutuhan darurat warga.
Respons Publik
Opini menyebut keputusan ironis karena bantuan UEA berniat baik, tapi prioritas aturan pusat menang, sementara distribusi domestik dinilai lambat.