Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diuji coba dengan sistem prasmanan di SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026). Dalam skema baru ini, siswa tidak lagi menerima makanan dalam porsi yang sudah ditentukan, tetapi mengambil sendiri menu yang tersedia sesuai kebutuhan.

Uji coba tersebut merupakan bagian dari piloting project Badan Gizi Nasional (BGN) yang diterapkan di 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Indonesia. Pelaksanaan di Blora menggunakan SPPG Ngawen 1 sebagai salah satu lokasi percontohan.
Makanan disiapkan di aula sekolah dalam wadah saji. Para siswa kemudian mengantre dan mengambil sendiri makanan sesuai porsi yang mereka inginkan. Pola ini diharapkan membuat siswa lebih mudah menyesuaikan jumlah makanan dengan kebutuhan masing-masing sekaligus mengurangi makanan yang tersisa.
Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengatakan sistem prasmanan juga diharapkan dapat membuat makanan diterima siswa dalam kondisi lebih hangat. Uji coba ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, termasuk kesesuaian porsi dan tingkat konsumsi siswa.
Menurut Pemkab Blora, penerapan tersebut mengacu pada Nota Dinas Deputi Sistem Tata dan Kelola BGN Nomor 43 tertanggal 30 September 2026. Selama masa uji coba, pelaksanaan akan dipantau dan hasilnya dilaporkan kepada BGN untuk menjadi bahan evaluasi kebijakan berikutnya.
Jika hasil evaluasi dinilai baik, sistem prasmanan berpotensi diperluas ke sekolah lain di Kabupaten Blora. Pemkab menyebut masa uji coba di Blora dirancang untuk melihat efektivitas metode tersebut sebelum menentukan keberlanjutannya. Blora Kabupatan