Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tak Bisa Berbahasa Inggris, Perawat di China Gunakan Gambar untuk Jelaskan Jadwal Operasi

Bahasa berbeda bukan berarti komunikasi berhenti. Seorang perawat di China disebut menggunakan tulisan dan gambar untuk menjelaskan kepada mahasiswa asing bahwa ia harus puasa mulai pukul 22.00 dan menjalani operasi pukul 08.00. Gambar pisau dan darahnya memang bikin deg-degan

Sebuah kisah tentang komunikasi antara perawat dan mahasiswa asing di rumah sakit China kembali menarik perhatian di media sosial. Karena terkendala bahasa, perawat tersebut disebut menggunakan tulisan sederhana dan gambar untuk menyampaikan instruksi sebelum operasi.

Dalam secarik kertas terlihat tulisan “Tonight 22:00 after” disertai tanda larangan makan dan minum. Di bagian bawah terdapat keterangan “Tomorrow morning 8:00” dengan gambar yang menyerupai pisau operasi dan tetesan darah.

Jika dibaca berdasarkan simbol yang digunakan, pesan tersebut berarti pasien diminta tidak makan dan minum setelah pukul 22.00 karena akan menjalani operasi pada pukul 08.00 keesokan harinya. Interpretasi ini juga tercantum dalam sejumlah sumber yang membahas foto tersebut. 

Kisah ini bukan fenomena baru. Foto catatan yang sama telah beredar di internet selama beberapa tahun dan bahkan digunakan dalam materi mengenai komunikasi medis lintas bahasa. Sebuah dokumen tentang penggunaan emoji dalam komunikasi medis menampilkan foto tersebut sebagai contoh bagaimana tenaga kesehatan menggunakan simbol untuk menyampaikan instruksi kepada pasien yang mengalami kendala bahasa.

Cara tersebut memang terlihat sederhana, tetapi pesan yang disampaikan sangat penting. Instruksi untuk tidak makan dan minum sebelum operasi merupakan bagian dari persiapan medis yang perlu dipahami pasien.

Di sisi lain, penggunaan gambar juga menunjukkan tantangan yang dapat muncul ketika tenaga kesehatan dan pasien tidak memiliki bahasa komunikasi yang sama. Panduan sejumlah universitas di China bahkan menyarankan mahasiswa internasional yang tidak bisa berbahasa Mandarin untuk membawa pendamping yang dapat membantu berkomunikasi ketika membutuhkan layanan medis.

Foto tersebut kemudian menjadi bahan humor warganet karena gambar pisau dan darah sekilas dapat terlihat seperti pesan yang mengerikan. Padahal, maksudnya justru untuk menggambarkan tindakan operasi yang akan dilakukan.

Kisah ini memperlihatkan bahwa ketika bahasa menjadi penghalang, komunikasi visual dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi dasar. Namun, untuk instruksi medis yang lebih kompleks, komunikasi yang akurat tetap penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Jadi, catatan tersebut bukan berarti perawat sedang menakut-nakuti pasien. Gambar pisau dan darah digunakan sebagai simbol sederhana untuk menjelaskan bahwa pasien akan menjalani operasi pada pukul 08.00.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.