Universitas Gadjah Mada berdiri pada 1949 sebagai universitas negeri pertama di Indonesia. Kehadirannya berlangsung ketika negara yang baru merdeka masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan situasi perang mempertahankan kemerdekaan.

Keterbatasan itu turut memengaruhi kegiatan akademik pada masa awal. Perkuliahan UGM sempat memanfaatkan ruangan-ruangan di Istana Keraton Yogyakarta sebelum kampus memiliki fasilitas yang lebih memadai.

Foto-foto lama menggambarkan mahasiswa mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas dengan bangku kayu. Sejumlah mahasiswa tampak menulis dan membaca dalam ruang yang diisi banyak peserta perkuliahan.

Kegiatan akademik tidak hanya berlangsung dalam bentuk kuliah. Salah satu foto memperlihatkan mahasiswa menggunakan mikroskop, sementara foto lainnya menunjukkan kegiatan pengamatan dan pembelajaran anatomi menggunakan model kerangka.

Pendirian UGM tidak terlepas dari prakarsa tokoh-tokoh nasional, termasuk Presiden Sukarno. Kampus ini dibentuk untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menyiapkan tenaga ahli bagi negara yang baru berdiri.

Sejak awal, UGM membawa gagasan sebagai universitas perjuangan yang berpihak kepada rakyat dan ikut mendukung upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia. Dalam perkembangannya, UGM tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia dengan bidang ilmu yang semakin beragam.
Perjalanan tersebut juga menjadikan UGM sebagai tempat pendidikan bagi banyak tokoh yang kemudian berperan dalam sejarah modern Indonesia.
