Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Setelah Sumatera, Kini Banjir Bandang Sapu 4 RW di Bandung Barat

Banjir bandang melanda Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (4/12), setelah Sungai Cibitung meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Arus air berwarna coklat dengan kecepatan tinggi…

Banjir bandang melanda Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (4/12), setelah Sungai Cibitung meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Arus air berwarna coklat dengan kecepatan tinggi menerjang empat wilayah rukun warga, yakni RW 12, 15, 16, dan 18.

Sejumlah fasilitas umum serta area objek wisata Lembah Curugan Gunung Putri turut terdampak. Sawah di sekitar aliran sungai dilaporkan terendam. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemerintah desa bersama relawan dan warga masih melakukan penanganan darurat, termasuk asesmen kerusakan dan pembersihan material yang terbawa arus.

Kepala Desa Mukapayung menyebutkan bahwa penyebab utama banjir adalah peningkatan drastis debit Sungai Cibitung sejak sekitar pukul 13.00 WIB. “Curah hujan tinggi memicu kenaikan permukaan air secara cepat. Arus kemudian meluber ke permukiman dan area sekitar sungai,” ujarnya.

Objek wisata Lembah Curugan yang ikut terdampak berada pada jarak cukup jauh dari permukiman. Pemerintah menilai risiko kerusakan langsung terhadap rumah warga relatif kecil, namun aliran air tetap menghantam fasilitas di area wisata dan lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang masih dapat memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya. Petugas BPBD juga telah ditempatkan di beberapa titik rawan untuk mempercepat upaya mitigasi.

Kecamatan Cililin sebelumnya pernah mengalami bencana terkait cuaca ekstrem, termasuk kejadian longsor pada 2017 yang menyebabkan kerusakan rumah serta melukai sejumlah warga. Namun, fokus penanganan saat ini tertuju pada banjir bandang yang mengganggu aktivitas warga dan merusak fasilitas sosial.

Upaya penanganan cepat terus dilakukan pemerintah daerah, mulai dari pendataan kerusakan, penyaluran bantuan darurat, hingga pemantauan intensif terhadap kondisi sungai dan cuaca di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di lapangan.

Santo Projo (ARC)

Pewarta

Santo Projo (ARC)

Saya merupakan penulis asal Yogyakarta dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi. Saya memiliki ketertarikan pada media, jurnalistik, komunikasi, dan penulisan digital. Dalam setiap tulisannya, Saya berupaya menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca.