
Israel membatasi akses jemaah ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadan 2026 dengan menerapkan kuota dan syarat ketat, termasuk hanya pria Palestina usia 55 tahun ke atas, wanita 50 tahun ke atas, serta anak usia 12 tahun ke bawah dari Tepi Barat. Untuk salat Jumat, hanya 10.000 jemaah Palestina diizinkan masuk dengan izin harian khusus dari COGAT.
Kepolisian Israel mengerahkan ribuan personel siang-malam di kompleks Al-Aqsa (disebut Temple Mount oleh Yahudi) untuk pengawasan ketat, terutama saat salat Jumat yang biasanya ramai. Otoritas Palestina menuduh ini melanggar status quo, menghalangi persiapan wakaf Islam seperti tenda dan klinik medis, serta menangkap imam seperti Syekh Mohammed al-Abbasi.
Wakaf Islam dan pejabat Palestina menyebut pembatasan ini mengurangi jumlah jemaah secara signifikan dibanding tahun sebelumnya, mengganggu ibadah Ramadan di situs suci ketiga Islam. Meski ada kuota untuk Jumat, akses umum dibatasi, memicu seruan kehadiran massal dari kelompok seperti Hamas.