
Deklarasi bersama Prancis dan Inggris untuk mengerahkan pasukan multinasional ke Ukraina pasca-gencatan senjata, yang didukung koalisi Barat termasuk NATO, memicu kecaman keras dari Rusia. Moskow menyebutnya sebagai “poros perang” provokatif yang berisiko memicu Perang Dunia III, dengan sekutu Putin seperti Viktor Medvedchuk memperingatkan konsekuensi global.
Respons Rusia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan semua fasilitas koalisi tersebut akan jadi target militer sah bagi Rusia, menolak keras keterlibatan NATO di Ukraina. Medvedchuk, politikus pro-Kremlin, menyebut deklarasi itu provokasi besar yang sengaja memperpanjang konflik menuju perang dunia.
Konteks Deklarasi
Kesepakatan dari KTT Paris (6-7 Januari 2026) melibatkan jaminan keamanan, pemantauan teknologi tanpa pasukan AS darat, dan potensi ribuan tentara Prancis-Inggris untuk pertahanan Ukraina. Zelensky menyambutnya sebagai langkah pencegahan agresi Rusia, meski Moskow menuntut konsesi wilayah.