CASTEL GANDOLFO — Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap sikap Rusia yang dinilai terus menolak usulan gencatan senjata dalam konflik berkepanjangan dengan Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan Paus di kediaman musim panasnya, Castel Gandolfo, Italia, menjelang perayaan Natal 2025.
Seperti dikutip Reuters pada Rabu (24/12/2025), Paus Leo XIV mengungkapkan kesedihannya atas belum terwujudnya jeda kemanusiaan dalam konflik tersebut. “Di antara hal-hal yang membuat saya sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya menolak permintaan gencatan senjata,” ujar Paus.
Seruan Perdamaian Vatikan
Paus Leo XIV merupakan pemimpin Gereja Katolik yang baru terpilih dan melanjutkan tradisi Vatikan dalam menyerukan perdamaian global. Sejak awal masa kepemimpinannya, ia dikenal vokal menyuarakan isu-isu kemanusiaan, sejalan dengan pendekatan pendahulunya, Paus Fransiskus, yang kerap mengkritik perang Rusia–Ukraina sejak invasi Rusia pada 2022.
Pernyataan Paus juga mencerminkan konsistensi Vatikan dalam mendorong dialog dan rekonsiliasi. Selama beberapa tahun terakhir, Takhta Suci berulang kali menawarkan diri sebagai mediator dan bahkan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah perundingan damai.
Konflik Berlarut Hingga Tahun Keempat
Pada 2025, konflik Rusia–Ukraina telah memasuki tahun keempat tanpa tanda-tanda penyelesaian. Rusia sebelumnya menolak usulan gencatan senjata Natal yang diajukan sebagai jeda tempur demi alasan kemanusiaan, termasuk evakuasi warga sipil.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut usulan tersebut sebagai “provokasi Barat.” Sebaliknya, Ukraina bersama negara-negara anggota NATO mendukung gagasan jeda tempur sementara. Data terbaru dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) mencatat konflik ini telah menelan lebih dari 500.000 korban jiwa serta menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Respons Internasional
Pernyataan Paus Leo XIV memicu beragam respons di tingkat internasional. Kremlin menilai seruan Paus sebagai bentuk “campur tangan asing” dalam konflik, meski menyatakan tidak sepenuhnya menutup peluang dialog.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai “suara moral dunia.” Dukungan terhadap gencatan senjata kemanusiaan juga disuarakan sejumlah pemimpin Barat menjelang Natal, termasuk Presiden Amerika Serikat dan Presiden Prancis.
Seruan Paus Leo XIV kembali menegaskan pesan Natal tentang perdamaian dan penghentian kekerasan, di tengah eskalasi militer yang masih berlangsung, khususnya di wilayah Donbas, Ukraina timur.