
Pemkab Jember menggelar operasi pasar murah di tiga lokasi utama—Pasar Mangli, Pasar Kreongan, dan Pasar Tegalbesar—sekitar 18-20 Februari 2026, sebagai strategi konkret menekan inflasi bahan pokok jelang Ramadhan.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Bulog, PT Rajawali Nusindo, dan distributor lokal, menjual beras, gula, minyak goreng, telur, serta tepung dengan harga di bawah pasar untuk mencegah pembelian panik dan menstabilkan harga makanan yang mudah menguap.
Operasi pasar bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar berturut-turut selama tiga hari: Rabu di Pasar Mangli, Kamis di Pasar Kreongan, dan Jumat di Pasar Tegalbesar, menjangkau masyarakat menengah bawah di wilayah padat penduduk. Komoditas pokok dijual eceran murah seperti beras medium Rp12.000/kg (HET Rp13.500), gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng Rp14.500/liter, serta telur ayam ras Rp28.000/kg, jauh di bawah harga pasar yang fluktuatif akibat permintaan Ramadhan. Kepala Diskop UKM dan Perdagangan Jember, Dra. Sartini, tekankan ini bukan rutinitas tapi intervensi untuk menjaga stok aman dan transparansi via banner HET di pasar tradisional.
Inflasi Jember per Februari 2026 memicu kenaikan cabai merah, bawang, dan beras, sehingga Pemkab menerapkan tiga skema terpadu: intervensi produsen (subsidi pupuk), distribusi (logistik Bulog), dan konsumen (OP/GPM), menargetkan inflasi di bawah 4% nasional. Langkah ini mencegah penayangan harga 10-20% seperti tahun lalu, mendukung daya beli petani dan nelayan lokal di tengah cuaca ekstrem BMKG yang mengganggu panen. Respons masyarakat positif, ramainya belanja karena harga stabil dan stok berlimpah, hindari spekulasi pedagang.
Serupa dengan Jatim (Gubernur Khofifah gelar pasar murah di Surabaya) dan daerah lain seperti Jembrana Bali, inisiatif Jember bagian program Satgas Pangan Nasional Prabowo untuk kawal Ramadhan 1447 H/2026 tanpa gejolak harga. Pemkab pantau harian melalui Satgas Inflasi, koordinasi Satlantas Polri mencegah hambatan distribusi, dan rencana perluas OP ke pasar lain jika inflasi tekanan berlanjut hingga Lebaran. Efektivitas terlihat dari stabilisasi harga cabai dan bawang pasca-OP, beri nafas panjang bagi 3 juta penduduk Jember.