Rabu, 4 November 2026
Masuk
Berita

Oase Malioboro Dijadwalkan Buka 5 November, Hadirkan Ruang Seni dan Teknologi di Jogja

Oase Malioboro menggelar soft opening pada 31 Oktober 2026 dan dijadwalkan dibuka bagi umum 5 November, memadukan ruang kreatif, budaya, dan teknologi.

Destinasi baru Oase Malioboro di Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, dijadwalkan mulai menerima pengunjung umum pada Kamis, 5 November 2026. Sebelumnya, pengelola menggelar acara pembukaan terbatas pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Jadwal kunjungan umum tersebut masih berupa rencana yang diumumkan menjelang pembukaan, bukan konfirmasi bahwa tempat itu telah beroperasi penuh. (Sumber: Harian Jogja; Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta)

Kawasan ini dikembangkan PT Anindya Mitra Internasional (AMI), badan usaha milik daerah DIY, sebagai taman kreatif budaya atau Cultural Creative Park. Dalam keterangan Pemerintah Kota Yogyakarta pada 2 November, konsepnya menghubungkan kegiatan seni, pertemuan komunitas, rekreasi, dan peluang usaha bagi masyarakat lokal. (Sumber: Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta)

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menghadiri acara pembukaan terbatas itu. Pemerintah kota menyebut keberadaan Oase sebagai tambahan pilihan wisata yang diharapkan dapat memberi tempat bagi seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Harapan tersebut merupakan sasaran pengembangan, bukan laporan dampak ekonomi yang telah terukur. (Sumber: Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta)

Ilustrasi pengunjung di kawasan wisata budaya Yogyakarta, bukan dokumentasi pembukaan Oase Malioboro
Ilustrasi kunjungan wisata budaya di Yogyakarta; gambar ini bukan foto Oase Malioboro atau acara pembukaannya.

Ruang pertunjukan dan pengenalan falsafah Jawa

Oase menempati lahan sekitar satu hektare di koridor pusat kota yang berdekatan dengan Malioboro dan kawasan Margo Utomo. Menurut keterangan pengelola yang diberitakan Harian Jogja, ruang ini dirancang untuk memadukan pepohonan, pertunjukan seni, kegiatan kriya, serta teknologi visual imersif. Pengunjung direncanakan dapat mengikuti kegiatan kreatif, termasuk membatik dan membuat kerajinan. (Sumber: Harian Jogja)

Materi budaya yang disiapkan mencakup Sangkan Paraning Dumadi, Memayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti. Pengelola menyatakan penyajian nilai-nilai itu akan menggunakan media kreatif dan teknologi digital sehingga lebih mudah diakses generasi muda. Rencana tersebut menjadi bagian dari konsep penyelenggaraan, sehingga jenis pertunjukan dan jadwal setiap program masih perlu diperiksa saat operasional berlangsung. (Sumber: Harian Jogja)

Target operasional menjelang libur akhir tahun

Pemberitaan Harian Jogja menyebut pembukaan besar atau grand opening direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Secara terpisah, Fokus Jogja melaporkan rencana tiket masuk dasar Rp35.000 dan jam kegiatan 09.00–23.00 WIB. Informasi tarif serta jam tersebut bersumber dari pengumuman menjelang pembukaan dan belum dapat dipastikan sebagai ketentuan operasional final. (Sumber: Harian Jogja; Fokus Jogja)

Direktur Utama PT AMI, Priyono Bambang Hernowo, menjelaskan bahwa Oase memanfaatkan aset perusahaan untuk menghadirkan ruang komunal baru. Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan perlunya keterlibatan pelaku seni dan UMKM agar fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga wadah aktivitas budaya dan usaha. (Sumber: Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta)

Sumber: Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Harian Jogja, Fokus Jogja
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.