Rabu, 28 Oktober 2026
Masuk
Berita

Lima Tahun Berjuang Cari Kerja, Pria 47 Tahun Ini Belum Menyerah Mengejar Job Fair

Lima tahun mencari pekerjaan tak membuat Agung (47), pria asal Jakarta Utara, menyerah. Ia masih mendatangi job fair demi menemukan peluang kerja. Kisahnya menjadi pengingat bahwa usia seharusnya bukan satu-satunya ukuran dalam menilai kemampuan seseorang.

Kisah perjuangan mencari pekerjaan datang dari Agung, pria berusia 47 tahun asal Jakarta Utara yang disebut telah berjuang selama lima tahun untuk mendapatkan pekerjaan. Meski telah melewati proses panjang tanpa hasil yang diharapkan, ia tetap berusaha mencari peluang baru, termasuk dengan mendatangi bursa kerja atau job fair.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, usia kerap menjadi salah satu tantangan bagi pencari kerja. Sebagian perusahaan memiliki kriteria tertentu dalam proses perekrutan, sehingga kesempatan bagi pelamar berusia lebih matang terkadang terasa semakin terbatas.

Agung (47) warga Tanjung Priok Jakarta Utara sudah 5 tahun tak ada kerjaan tetap dan berjuang keliling jobfair buat cari kerja. Katanya usia jadi tantangan besar. Walaupun begitu Agung tak menyerah. Saat itu ia datangi jobfair di GOR Pulogadung 6 Oktober 2026.

Namun, Agung tidak menjadikan keadaan tersebut sebagai alasan untuk berhenti mencoba. Ia terus mendatangi kesempatan yang tersedia dengan harapan dapat menemukan pekerjaan yang sesuai. Baginya, selama masih ada peluang, perjuangan untuk memperoleh penghasilan dan menjalani kehidupan yang lebih baik tetap layak dilanjutkan.

Kisah ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi pencari kerja berusia matang. Pengalaman dan keterampilan yang dimiliki seharusnya tetap menjadi pertimbangan penting dalam proses rekrutmen, bukan semata-mata usia. Kesempatan kerja yang terbuka dan proses seleksi yang adil dapat membantu memperluas peluang bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Di sisi lain, pencari kerja juga menghadapi tekanan selama proses mencari pekerjaan, mulai dari ketidakpastian pendapatan hingga tuntutan untuk terus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan panjang tanpa kepastian bisa menguras tenaga dan pikiran, sehingga dukungan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap informasi lowongan yang tepat menjadi hal yang berarti.

Perjuangan Agung menjadi pengingat bahwa di balik setiap orang yang datang ke job fair, ada harapan dan kebutuhan hidup yang ingin diperjuangkan. Tidak semua pencarian kerja berlangsung cepat, dan setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

Semoga Agung segera menemukan kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan pengalamannya. Kisahnya juga menjadi pengingat bagi dunia kerja agar terus membuka ruang bagi pencari kerja dari beragam usia, serta menilai pelamar berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan potensi yang mereka miliki.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.