Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Ketegangan Iran-AS Memanas: China Pasok Rudal ke Iran, Trump Ancam Aksi Militer!

Ketegangan geopolitik antara Iran dan AS semakin memanas belakangan ini, terutama dengan laporan China memasok rudal canggih ke Iran, sementara Presiden Trump mengeluarkan ancaman militer yang tegas.​Hal ini mencerminkan dinamika aliansi strategis di Timur…

Ketegangan geopolitik antara Iran dan AS semakin memanas belakangan ini, terutama dengan laporan China memasok rudal canggih ke Iran, sementara Presiden Trump mengeluarkan ancaman militer yang tegas.

​Hal ini mencerminkan dinamika aliansi strategis di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar seperti Tiongkok dan Rusia untuk mengimbangi tekanan AS.

Iran hampir menyelesaikan kesepakatan pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 dari Tiongkok, dengan jangkauan 290 km dan kemampuan menghindari pertahanan kapal induk AS, seperti dilaporkan Reuters pada 24 Februari 2026. Negosiasi ini dimulai dua tahun lalu tetapi dipercepat sejak Juni 2025, setelah AS bergabung dengan Israel menyerang fasilitas nuklir Iran dalam “Perang 12 Hari”. Sebelumnya, Tiongkok juga memasok bahan propelan rudal seperti sodium perchlorate (ribuan ton via kapal kargo) dan baterai rudal permukaan-ke-udara, dibayar dengan minyak Iran yang 90% diekspor ke Beijing. Rusia juga mengadakan proyek mingguan melalui pesawat militer untuk memperkuat pertahanan Iran.

AS mengerahkan armada angkatan laut besar di perairan Iran, memicu kekhawatiran Teheran akan melakukan serangan baru terhadap infrastruktur nuklir atau militer. Presiden Donald Trump, yang terpilih kembali pada tahun 2024, menolak klaim Iran bahwa memasok Tiongkok hanya untuk pertahanan diri, menyatakan upaya membangun rudal jarak menengah yang mengancam sekutu AS seperti Israel dan Arab Saudi. Trump mengeluarkan sanksi internasional yang dilanggar, dengan intelijen Barat melacak pola perdagangan besar meskipun Tiongkok mengklaim kepatuhan regulasi ekspor. Situasi ini mirip eskalasi 2025, di mana Trump ancam “aksi militer besar” jika Iran tak menghentikan program rudal.

Pasokan senjata ini bagian dari perjanjian rahasia Iran-Rusia senilai €500 juta untuk sistem pertahanan udara portabel, memperkuat poros anti-Barat di tengah sanksi. Iran mengklaim langkah ini defensif untuk lawan agresi AS-Israel, tapi analis khawatir picu perlombaan senjata di Teluk Persia, sebuah kapal tanker minyak dan stabilitas energi global. China-Rusia memanfaatkan ketegangan untuk pengaruh ekspansi, membayar dengan minyak murah Iran, sementara AS mengkhawatirkan rudal CM-302 bisa menenggelamkan kapal induk seperti USS Abraham Lincoln. Hingga 26 Februari 2026, belum ada konfrontasi langsung, tapi siaga perang Iran mencapai level 1.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.