Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi urusan keluarga. Di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, pemerintah desa menjalankan program beasiswa sarjana bagi warga desa melalui kerja sama dengan Universitas Bandar Lampung (UBL).

Program tersebut digagas saat Waskito Yusika menjabat sebagai Kepala Desa Wonomarto. Pemerintah desa menyebut program ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Program beasiswa tersebut telah berjalan sejak sekitar 2017–2018. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Desa Wonomarto pada 2024, sebanyak delapan mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana, sementara 10 mahasiswa lainnya masih menjalani studi di UBL.

Menariknya, skema bantuan tidak hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan. Biaya kuliah disebut diberikan secara gratis melalui kerja sama dengan UBL, sementara sebagian mahasiswa memperoleh dukungan uang saku melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pemerintah Desa Wonomarto juga memberikan bantuan untuk biaya tempat tinggal atau kos. Pada 2024, desa mengalokasikan Rp24 juta untuk bantuan tersebut, dengan nilai Rp2,4 juta per mahasiswa per tahun bagi 10 penerima.
Dengan demikian, program tersebut tidak sekadar memberikan akses kuliah, tetapi juga mencoba mengurangi salah satu beban mahasiswa yang harus menempuh pendidikan di luar desa, yakni biaya tempat tinggal.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa juga mengumpulkan orang tua mahasiswa untuk berkomunikasi mengenai perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Pemerintah desa berharap para penerima beasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan nantinya dapat kembali dan ikut berkontribusi dalam pembangunan desa.

Program pendidikan ini menjadi bagian dari sejumlah program pembangunan yang pernah dijalankan Wonomarto. Pemerintah desa sebelumnya juga mengembangkan BUMDes, usaha ekonomi masyarakat, wisata desa, serta program pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Kisah Wonomarto menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan atau fasilitas fisik. Investasi pada pendidikan warga juga dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan delapan lulusan dan 10 mahasiswa yang masih menjalani studi berdasarkan data 2024, program tersebut telah memberikan akses pendidikan tinggi kepada sejumlah warga desa. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan program dan bagaimana para lulusan nantinya dapat berkontribusi kembali bagi masyarakat Wonomarto.