Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Kediaman Putin Diserang, Ketegangan Rusia-Ukraina Memanas

Klaim Rusia mengenai dugaan serangan drone terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin memicu ketegangan baru dalam konflik Rusia–Ukraina. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa rumah Presiden Putin di wilayah Novgorod menjadi sasaran serangan 91 drone Ukraina pada…

Klaim Rusia mengenai dugaan serangan drone terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin memicu ketegangan baru dalam konflik Rusia–Ukraina. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa rumah Presiden Putin di wilayah Novgorod menjadi sasaran serangan 91 drone Ukraina pada 29 Desember 2025. Moskow mengklaim seluruh drone tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, drone-drone tersebut membawa bahan peledak berkekuatan tinggi dan diduga dipandu oleh sistem satelit milik NATO. Rusia secara terbuka menuding Ukraina sebagai pelaku, serta menyebut adanya keterlibatan negara-negara Barat, termasuk Inggris. Kremlin bahkan menyebut insiden ini sebagai “aksi teroris” dan menganggapnya sebagai serangan langsung terhadap kepala negara Rusia. Meski demikian, Rusia menolak mempublikasikan bukti visual terkait dugaan serangan tersebut. Pihak Kremlin beralasan seluruh drone telah dihancurkan di udara, sehingga tidak ada rekaman yang dapat ditunjukkan kepada publik. Sebagai respons politik dan militer, Rusia mengumumkan pengiriman rudal nuklir Oreshnik ke Belarus, yang dipandang sebagai langkah demonstratif untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan strategisnya. Presiden Vladimir Putin juga dilaporkan menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam komunikasi tersebut, Putin memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayah atau simbol kepemimpinan Rusia tidak akan dibiarkan tanpa balasan, meskipun Moskow tidak merinci bentuk respons lanjutan yang dimaksud. Di sisi lain, Ukraina dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut klaim Rusia sebagai fabrikasi yang tidak disertai bukti konkret. Kyiv menegaskan bahwa pasukannya tidak terlibat dalam serangan terhadap kediaman Presiden Rusia dan menantang Moskow untuk menunjukkan verifikasi independen atas insiden itu. Ukraina juga menyatakan telah membahas isu tersebut dalam komunikasi dengan Amerika Serikat. Hasil pembahasan itu, menurut Kyiv, menyimpulkan bahwa tidak ada dasar kuat yang mendukung klaim Rusia. Sejumlah media Barat dan negara sekutu Ukraina turut mempertanyakan narasi Moskow, terutama karena ketiadaan bukti visual dan konfirmasi dari pihak ketiga yang independen. Keraguan serupa disampaikan oleh Prancis. Pemerintah Prancis menyatakan hingga kini belum menemukan bukti kuat yang mengonfirmasi bahwa kediaman Presiden Putin benar-benar diserang oleh drone Ukraina. Pernyataan ini semakin menambah perbedaan versi atas insiden yang diklaim Rusia tersebut.

Hingga saat ini, klaim serangan drone terhadap kediaman Presiden Putin masih menjadi perdebatan internasional. Ketegangan yang muncul menunjukkan rapuhnya situasi keamanan dan diplomasi di tengah konflik Rusia–Ukraina yang terus berlanjut, dengan risiko eskalasi yang kian sulit diprediksi.

 

Video:SINDOnews.com

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.