PLN menyatakan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik perusahaan bersama mitranya yang terintegrasi dengan PLN Mobile telah melampaui 5.000 unit. Informasi pada laman kemitraan PLN itu menambah gambaran perkembangan jaringan pengisian daya seiring bertambahnya pilihan mobil listrik dengan harga di bawah Rp200 juta. (Sumber: PLN.)
Bertambah dari 4.655 mesin sepanjang 2025
Dalam siaran pers 8 Februari 2026, PLN mencatat 4.655 unit SPKLU beroperasi sepanjang 2025 dan tersebar pada 3.007 lokasi. Jumlah mesin naik sekitar 44 persen dari 3.223 unit pada 2024, sedangkan jumlah lokasi meningkat dari 2.192 titik pada tahun sebelumnya. Data tersebut memperlihatkan bahwa satu lokasi pengisian dapat memiliki lebih dari satu unit mesin. (Sumber: PLN.)
Pada Maret 2026, ketika menyiapkan layanan untuk arus mudik Lebaran, PLN bersama mitra menyatakan telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi nasional. Dari jumlah tersebut, 1.681 unit berada di jalur utama Sumatra, Jawa, dan Bali. PLN menyebut rata-rata jarak antarlokasi SPKLU pada koridor mudik yang dibahas sekitar 22 kilometer; angka ini tidak berarti semua ruas jalan Indonesia memiliki jarak antarpengisi daya yang sama. (Sumber: PLN.)

Pemetaan lokasi dan jenis pengisian tetap menjadi bagian perjalanan
Laman kemitraan SPKLU milik PLN kini menyebut lebih dari 5.000 unit SPKLU PLN dan mitra telah terintegrasi ke platform PLN Mobile. Laman tersebut tidak mencantumkan tanggal pembaruan jumlah unit, sehingga angkanya lebih tepat diperlakukan sebagai keterangan terkini di situs perusahaan, bukan sebagai statistik penambahan dalam bulan tertentu. (Sumber: PLN.)
PLN menjelaskan pengguna mobil listrik dapat memanfaatkan fitur Trip Planner dalam aplikasi PLN Mobile untuk melihat titik pengisian di sepanjang rute perjalanan. Ketika periode mudik 2026, PLN juga memperkenalkan AntreEV untuk memantau antrean pengisian secara waktu nyata. Informasi itu berkaitan langsung dengan kebutuhan pengendara mobil listrik kompak, yang memiliki kapasitas baterai dan jarak tempuh berbeda menurut model serta standar uji pabrikannya. (Sumber: PLN, Wuling Motors.)
Penambahan mesin secara nasional belum menjelaskan persebaran, kecocokan konektor, daya pengisian, atau status operasional setiap titik pada waktu perjalanan tertentu. Untuk pengguna, data jumlah nasional dan informasi titik di aplikasi melayani dua kebutuhan yang berbeda: melihat perkembangan infrastruktur dan mengetahui pengisi daya yang tersedia di rute yang akan dilalui. (Sumber: PLN.)