
Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merayakan Hari Ulang Tahun ke-34 pada 26 Februari 2026 dengan puncak acara di Bumi Perkemahan Sukamantri, kaki Gunung Salak, Bogor, yang menegaskan komitmen kuat dalam melestarikan hutan hujan tropis pegunungan terluas di Jawa.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki hadir mewakili pemerintah pusat, melepasliar dua ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang langka serta menanam pohon endemik untuk tingkatkan populasi spesies terancam punah.
Acara utama meliputi pelepasliaran seperti Elang Jawa hasil rehabilitasi, penanaman ribuan bibit pohon seperti Rasamala dan Kibosan, serta pengumuman pemenang lomba konservasi yang diikuti pelajar dan masyarakat sekitar. Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi ikut hadir, menjanjikan dukungan penuh Pemkab Bogor melalui patroli hutan dan edukasi warga untuk mencegah pembalakan liar serta kebakaran lahan. Rangkaian HUT ini dimulai sejak minggu sebelumnya dengan dialog adat dan pembersihan zona inti, menarik ribuan pengunjung sambil mempromosikan ekowisata berkelanjutan.
TNGHS seluas 87.699 hektar (zona inti 35.434 ha) meliputi Bogor, Sukabumi, Lebak (Banten), dengan puncak Gunung Halimun (1.929 mdpl) dan Salak (2.211 mdpl), ditetapkan resmi 1997 setelah 2003 untuk lindungi hutan lindung sejak 1924. Kawasan ini rumah bagi 700 spesies (termasuk Elang kritis Jawa burung), macan tudung, kukang, dan 150 jenis mamalia, plus sumber air bagi 15 juta jiwa Jabodetabek, berfungsi menangkap udara dan penyangga iklim. Zonasi ketat (inti, hutan, rehabilitasi) menjaga keanekaragaman hayati di tengah tekanan urbanisasi Bogor-Banten.
Target visi Balai TNGHS 2018-2027: menjadi pusat konservasi hutan pegunungan Jawa melalui patroli rutin, restorasi 17.000 ha zona rusak, dan kemitraan masyarakat adat seperti suku Baduy untuk agroforestri. Ancaman utama deforestasi dan perburuan liar diatasi melalui pemantauan drone dan ekowisata Cikaniki yang menghasilkan Rp miliaran per tahun bagi 20 desa penyangga. Perayaan HUT ini memperkuat sinergi Kementan-LHK dengan Pemda, mendorong target netral karbon 2030 sejalan dengan program hilirisasi hijau Prabowo.