Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Holding BUMN Maskapai Target Rampung Semester I-2026: Langkah Besar Aviasi RI!

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bertujuan pembentukan holding BUMN maskapai penerbangan rampung pada Semester I 2026, menandai langkah-langkah strategi untuk konsolidasi aviasi nasional.Struktur ini menempatkan PT Garuda Indonesia (GIAA) sebagai induk usaha…

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bertujuan pembentukan holding BUMN maskapai penerbangan rampung pada Semester I 2026, menandai langkah-langkah strategi untuk konsolidasi aviasi nasional.

Struktur ini menempatkan PT Garuda Indonesia (GIAA) sebagai induk usaha yang membawahi Citilink Indonesia dan Pelita Air Service, guna meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan industri penerbangan yang ketat.

Holding ini mengintegrasikan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan full-service penerbangan jarak jauh, Citilink sebagai maskapai berbiaya rendah domestik-internasional, serta Pelita Air sebagai lini bisnis Pertamina untuk layanan charter dan regional. Menurut Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas, sinergi ini menciptakan satu ekosistem: sistem pemesanan terpadu, titik GarudaMiles bersama, pertukaran kursi antar-maskapai, dan optimalisasi rute untuk menghindari tumpang tindih. Proses kajian dengan pemegang saham seperti Pertamina sudah matang, dengan Garuda dipilih sebagai induk karena skala armada dan jaringan globalnya yang paling kuat.

Transformasi ini lahir dari restrukturisasi BUMN pasca-pembentukan Danantara, pisahkan dari holding InJourney (aviasi-pariwisata) agar fokus bisnis maskapai penerbangan murni tanpa beban lintas sektor. Efisiensi utama termasuk penambahan armada efektif tanpa beli baru, sinkronisasi pemeliharaan, lindung nilai bahan bakar bersama, dan bagi hasil dari program loyalitas, yang berpotensi menghemat biaya hingga miliaran rupiah per tahun. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria tekankan Garuda sudah sehat secara transformasi, sehingga holding tak jadi beban tapi katalis daya saing lawan Lion Air Group atau AirAsia. Target kuartal I-2026 memungkinkan operasional go-live penuh sebelum akhir tahun fiskal.

Langkah ini memperkuat posisi BUMN di pasar domestik (share 40-50%) dan ekspansi regional, mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan konektivitas udara merata hingga 3.000+ bandara kecil. Tantangan seperti utang Garuda (diperbaiki via right issue) diatasi melalui governance holding yang ketat, potensi tambah rute premium Pelita ke Timur Tengah atau Eropa. Analis bernilai positif karena tingkatkan daya tawar negosiasi slot bandara dan lisensi internasional, sejalan dengan kebijakan Prabowo mendorong hilirisasi penerbangan nasional. Hingga Februari 2026, proses tetap berjalan sesuai rencana meski pantau ketat oleh Danantara.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.