Kisah perjuangan guru dan siswa di MI Al-Hidayah, Pulau Kukusan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian. Sekolah yang menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di pulau tersebut harus menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik.
Salah satu guru yang disorot adalah Sakinah. Bersama guru lainnya, ia memilih tetap bertahan mengajar anak-anak di Pulau Kukusan meski kondisi sekolah sebelumnya jauh dari ideal.

MI Al-Hidayah berdiri sejak 2001 dan saat ini memiliki 46 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Mereka dibimbing oleh 3 orang tenaga pengajar.

Sebelum mendapatkan bantuan renovasi, sekolah hanya memiliki dua ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus belajar di luar ruangan, bahkan di bawah pohon. Aktivitas belajar juga kerap terganggu oleh hewan ternak yang berkeliaran di sekitar sekolah.

Kondisi sekolah mulai berubah pada Juni 2026. Direktorat Polairud Polda NTT membantu melakukan revitalisasi terhadap dua ruang kelas sehingga kini kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di empat ruangan.

Bantuan tersebut tidak hanya berupa renovasi bangunan. Sekolah juga mendapatkan fasilitas berupa meja dan kursi belajar, meja serta kursi guru, tas sekolah dan perlengkapan alat tulis. Renovasi dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian bersama masyarakat Pulau Kukusan.

Kepala MI Al-Hidayah, Husen, mengatakan keterbatasan fasilitas tidak membuat para guru menyerah. Bahkan, ia mengakui bahwa masih terdapat persoalan lain terkait kualifikasi tenaga pendidik di sekolah tersebut.
“Kalau tidak kami yang berjuang sebagai pendidik di sini, siapa lagi?” menjadi gambaran semangat para guru untuk tetap memberikan pendidikan kepada anak-anak di pulau tersebut.
Pada 1 September 2026, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko meresmikan hasil revitalisasi tersebut sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga dan tenaga pendidik. Anak-anak juga mendapatkan kegiatan trauma healing setelah wilayah tersebut terdampak gempa Flores.

Pulau Kukusan sendiri berada di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Data pendidikan pemerintah mencatat MI Al-Hidayah Pulau Kukusan sebagai satuan pendidikan swasta yang berada di wilayah tersebut.
Kisah para guru di Pulau Kukusan menjadi gambaran bahwa akses pendidikan di wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan besar. Di tengah keterbatasan, para guru tetap memilih bertahan agar anak-anak di pulau tersebut tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.